Suasana keakraban sangat terasa ketika BAZNAS se Daerah Istimewa Yogyakarta berkunjung ke BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka melaksanakan studi tiru, Selasa 24 Oktober 2023. Kegiatan penyambutan BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta ini diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin.
Rangkaian kegiatan ini disambut oleh jajaran pimpinan dan amil BAZNAS Kalsel, BAZNAS Kota Banjarmasin, BAZNAS Kota Banjarbaru dan BAZNAS Kabupaten BAZNAS Banjar. Sedangkan dari Yogyakarta dihadiri oleh pimpinan dan amil BAZNAS Prov. Daerah Istimewa Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta, BAZNAS Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Bantul, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, dan BAZNAS Kabupaten Gunung Kidul yang totalnya berjumlah 32 orang.
Silaturrahmi yang berlangsung sekitar selama dua jam setengah itu diisi dengan agenda saling berbagi informasi dan pengalaman pengelolaan zakat di daerahnya. Bukan hanya BAZNAS Provinsi tetapi juga BAZNAS Kabupaten/Kota yang hadir saling berinteraksi dengan memberikan pertanyaan dan juga tanggapan. Termasuk didalamnya bagaimana tips dan trik sehingga BAZNAS Kalsel mendapatkan 4 penghargaan BAZNAS Award 2023 oleh BAZNAS RI Maret lalu.
Ketua BAZNAS Prov. Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. Hj. Puji Astuti menyampaikan motivasi BAZNAS se Daerah Istimewa Yogyakarta memilih BAZNAS Kalsel sebagai tujuan mereka melakukan studi tiru. “Kita tahu bahwa selama ini BAZNAS Kalsel mempunyai banyak prestasi terlebih ketika mendapatkan BAZNAS Award 2023 lalu. Sehingga kami berharap pengelolaan ZIS dan DSKL di DIY juga akan menjadi lebih baik, optimal dan amanah. Dan tentunya kami berharap bisa berprestasi seperti BAZNAS Kalsel” ujarnya saat ditemui usai acara.
Sementara itu Ketua BAZNAS Kalimantan Selatan, H.Irhamsyah Safari berharap agar kegiatan studi tiru ini menjadi bahan renungan BAZNAS Kalsel, “Kami berharap dengan adanya studi tiru ini menjadi bahan renungan BAZNAS Kalsel beserta dengan BAZNAS Kabupaten serta menjadi energi baru dengan bersinergi dan terus berkoordinasi dengan BAZNAS Kabupa ten dan Kota” harapnya.
Kunjungan ini dimanfaatkan oleh peserta studi tiru bukan hanya sekadar pertukaran pengetahuan dalam mengelola zakat dan pelayananan kepada umat, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antar BAZNAS dari berbagai daerah di Indonesia. (arm/sof)

