Barito Kuala, 3 Juli 2024 – BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pertemuan strategis di Kantor BPP Anjir Pasar Kota II pada Rabu (3/7/2024) untuk mematangkan persiapan panen raya dan program Lumbung Pangan Berkah. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Ketua BAZNAS Batola Ardiansyah, Wakil Ketua BAZNAS Batola Aswat, perwakilan petani, Kepala Desa Anjir Pasar Kota II, dan Kabid Pendayagunaan BAZNAS Kalsel Saptian Hadi.
Sistem resi gudang menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini. Ardiansyah, Ketua BAZNAS Batola, menekankan pentingnya pembicaraan detail terkait biaya angkut gabah dari sawah ke gudang penyimpanan dan kurun waktu tunggu penjualan gabah di resi gudang selama 6 bulan. Ia pun menyadari bahwa hal ini perlu dipertimbangkan dengan biaya hidup dan modal bertani para petani.
Sebagai solusi, BAZNAS Batola mengupayakan subsidi dari PEMDA untuk menghilangkan bunga pembiayaan dan subsidi biaya penyimpanan resi gudang. Data petani yang terlilit KUR dan anggaran biaya resi gudang akan segera dikumpulkan untuk mempermudah proses subsidi tersebut.
Perwakilan petani menyampaikan kendala yang dihadapi, seperti biaya angkut gabah kering panen yang mencapai Rp10.000 per 3 karung (berat 1 karung 42kg). Mereka juga menjelaskan bahwa selama ini, gabah kering panen dijual untuk membayar biaya kombain dan sisanya digunakan untuk konsumsi (25kg/orang). Ditambah lagi, mereka harus melunasi pinjaman KUR pada bulan September.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Anjir Pasar Kota II menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk membantu partisipasi dalam persiapan ceremonial panen raya dan mengupayakan solusi untuk mengcover biaya angkut gabah petani.
Persiapan ceremonial panen raya juga menjadi agenda penting dalam pertemuan ini. Aswat, Wakil Ketua BAZNAS Batola, menyampaikan kesiapan BAZNAS Batola membantu persiapan ceremonial panen raya. Ia berharap para petani dapat menaruh gabah di resi gudang sebagai pionir bagi lainnya.
Saptian Hadi, Kabid Pendayagunaan BAZNAS Kalsel, menyampaikan beberapa langkah selanjutnya untuk memastikan kelancaran panen raya dan program Lumbung Pangan Berkah. Data petani yang terlilit KUR dan anggaran biaya resi gudang akan segera dilengkapi. Persiapan panen raya akan dibikinkan RAB untuk memudahkan pembagian alokasi dana. Opsi sementara tempat venue di lokasi Handil Saluang dipilih karena infrastruktur dan aksesnya mudah dijangkau.
Saptian Hadi juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dengan pihak resi gudang untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi pada saat penyimpanan gabah.

