Banjarbaru, 17 September 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI melaksanakan program Training of Trainer (ToT) untuk guru dan tenaga pendidik yang berfokus pada penyandang disabilitas sensorik rungu wicara di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih metode pembacaan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat bagi komunitas penyandang disabilitas di Kalimantan Selatan.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 17-18 September 2024, ini diikuti oleh 39 peserta, termasuk 17 peserta tunarungu dan 15 peserta dengar yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Materi pelatihan meliputi pengenalan, pengajaran, serta praktik pembacaan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) dari Kementerian Agama RI. Acara dibuka oleh H. Deni Hudeny, perwakilan Kemenag RI, yang menyoroti pentingnya kehadiran Al-Qur’an isyarat bagi komunitas tuli. “Penyandang disabilitas sensorik juga berhak mengakses Al-Qur’an dengan cara yang inklusif, sehingga pelatihan ini sangatlah penting,” ungkapnya.

H. Gurdani Syukur, Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel, menyampaikan rasa bahagianya atas terlaksananya pelatihan ini di Kalimantan Selatan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mendukung pendidikan agama yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kalimantan Selatan siap mendukung tindak lanjut dari program ini untuk memfasilitasi dakwah bagi penyandang disabilitas rungu wicara di seluruh provinsi.
Selain perwakilan dari BAZNAS dan Kemenag, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain: Kabid Penais Zakat Kemenag Provinsi Kalsel – H. Ahmad Bugdadi, Pimpinan BAZNAS Kota Banjarbaru – H. Thamrin, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Barito Kuala – H. Aswad, Amilin BAZNAS Kabupaten Balangan, Amilin BAZNAS Kabupaten Tanah Laut, Ketua Yayasan Insan Madani, Ketua Gerkatin Kota Banjarbaru, Tim BAZNAS RI

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan pengajar yang kompeten dalam menyampaikan pembelajaran Al-Qur’an isyarat, sehingga penyandang disabilitas dapat mengakses Al-Qur’an dan memahami agama dengan lebih baik. Para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan dalam lingkungan mereka, membantu komunitas disabilitas Muslim mencintai Al-Qur’an melalui bahasa isyarat.
Program ini menjadi langkah penting dalam memastikan akses pendidikan agama yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas sensorik di Kalimantan Selatan, sekaligus mendukung visi besar BAZNAS dan Kemenag untuk memperluas akses ini di seluruh Indonesia.

