Banjarmasin, 4 Juli 2024 – Sebuah musibah tak terduga melanda warga Komplek Kebun Jeruk RT 06 RW 02, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Rabu, 9 April 2025, siang. Sekitar pukul 15.00 WITA, kepulan asap tebal membubung tinggi dari sebuah rumah di Jalan HKSN, sontak memicu kepanikan di tengah permukiman padat tersebut.

Rumah kayu yang nahas itu adalah milik Ibu Arbayah (60), yang saat kejadian sedang mencari nafkah di sebuah usaha penggilingan pentol. Kondisi rumah yang kosong membuat api leluasa membesar dan melalap habis seluruh bangunan. Hampir tak ada satu pun harta benda yang bisa diselamatkan, meninggalkan Ibu Arbayah dan kedua anaknya, Ilham dan Alfiani, dalam duka mendalam.
Mendengar kabar memilukan ini, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat. Muh. Aulia Rahman, Komandan BTB Kalsel, menjelaskan respons sigap timnya. “Kami langsung melakukan survei begitu mengetahui musibah kebakaran ini dan bertemu langsung dengan Ibu Arbaiyah serta salah satu putranya, Alfiani,” ungkap Aulia. “Dari penuturan beliau, kebakaran ini diduga akibat arus pendek listrik di plafon rumah bagian depan. Syukurnya, saat itu tidak ada orang di rumah, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.”

Pada hari yang sama, BTB Kalsel langsung menyalurkan bantuan kepada Ibu Arbaiyah, yang pada kesempatan itu diwakilkan oleh sang anak, Alfiani. “Alhamdulillah, kami bisa segera memberikan bantuan hari ini. Semoga dengan adanya uluran tangan ini, sedikit beban berat yang kini ditanggung Ibu Arbaiyah dan keluarga bisa teringankan,” tambah Aulia penuh harap.
Alfiani tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas kesigapan BTB Provinsi Kalsel. “Kami sangat berterima kasih atas kecepatan dan tanggapnya BTB Provinsi Kalsel dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah seperti kami ini,” ucapnya haru.

Bantuan cepat dari BAZNAS Tanggap Bencana Kalsel ini menjadi secercah harapan di tengah puing-puing sisa kebakaran. Lebih dari sekadar materi, ini adalah bukti nyata kepedulian yang hangat, menegaskan bahwa di tengah musibah, solidaritas sosial selalu hadir untuk merangkul mereka yang membutuhkan. (ars)