BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi UMKM binaan melalui kegiatan monitoring berkala pada Program Pemberdayaan Ekonomi Tahun 2025. Monitoring ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2025, di dua lokasi, yakni di Jalan Kelayan B Gang Ampalam, Banjarmasin Selatan, serta di Jalan Trikora Komplek Asabri 4 Komplek Pinguin, Banjarbaru Kota.
Kegiatan monitoring dilakukan terhadap dua penerima manfaat, yaitu Ibu Yeni dan Ibu Silia, sebagai bagian dari pendampingan lanjutan pasca penyaluran bantuan modal usaha.
Tim pendayagunaan BAZNAS Kalsel melakukan kunjungan ke rumah produksi milik Ibu Yeni yang memproduksi kue kacang. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Yeni menyampaikan bahwa tambahan modal usaha yang diterimanya mampu meningkatkan jumlah reseller yang secara rutin mengambil produk. Dalam kurun waktu hampir satu bulan, keuntungan usahanya mengalami peningkatan hingga hampir 50 persen dibandingkan sebelumnya.
Ibu Yeni juga mengungkapkan rencananya untuk menyewa tempat berjualan di pinggir jalan besar guna memperluas jangkauan pemasaran. Menanggapi hal tersebut, pendamping BAZNAS Kalsel memberikan arahan agar produksi tetap dilakukan dari rumah dengan fokus pada penambahan reseller serta titik titip penjualan, sehingga biaya operasional tetap efisien dan usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Untuk aspek branding, spanduk dan stiker usaha Ibu Yeni telah terpasang dan sesuai dengan ketentuan program.
Zahratussalwa selaku Tim Pendayagunaan BAZNAS Kalsel menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian penting dari proses pendampingan UMKM binaan. “Monitoring ini menjadi bagian penting dari pendampingan BAZNAS Kalsel agar bantuan yang diberikan benar-benar berdampak. Kami tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga memastikan usaha para penerima berkembang, memiliki arah yang jelas, dan berkelanjutan untuk jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, monitoring juga dilakukan ke warung pojok milik Ibu Silia. Dengan adanya tambahan modal usaha, Ibu Silia yang sebelumnya hanya berjualan es sachet di depan rumah serta tahu bakso titipan warung, kini mampu mengembangkan usahanya dengan membuka warung seblak dan camilan kekinian. Perkembangan usaha ini turut membawa perubahan positif bagi kondisi ekonomi keluarga. Keterpurukan yang sempat dialami kini berubah menjadi kebahagiaan, terutama bagi anak-anaknya.
Dari sisi branding, spanduk usaha Ibu Silia telah terpasang dengan baik. Adapun stiker belum digunakan karena belum adanya produk dengan kemasan yang sesuai, dan hal tersebut akan menjadi perhatian dalam pendampingan lanjutan ke depan.
Melalui kegiatan monitoring berkala ini, BAZNAS Kalsel memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tetapi juga disertai pendampingan, evaluasi, serta arahan usaha. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM binaan diharapkan mampu tumbuh lebih mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (eho)