BAZNAS Kalimantan Selatan diundang oleh Asosiasi Dinas Kesehatan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan penting terkait pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 16 Oktober 2025, di Hotel 88 Banjarmasin, dan dihadiri oleh berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, BAZNAS Kalsel serta perwakilan dari pemerintah daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Kesehatan Prov. Kalsel memaparkan data terbaru terkait penyintas ATM di Kalimantan Selatan. Data ini menunjukkan bahwa kasus AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria masih menjadi tantangan kesehatan di beberapa daerah, terutama di wilayah-wilayah dengan akses kesehatan yang terbatas. Asosiasi Dinas Kesehatan menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk mengatasi masalah kesehatan ini secara menyeluruh.

Noor Huda Fikri, Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Kalsel, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik undangan dan harapan untuk ikut berperan dalam upaya pengendalian penyakit ATM. “BAZNAS Kalsel siap berpartisipasi dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria. Kami memahami betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membantu masyarakat, terutama yang berada di daerah-daerah rentan,” ujar Noor Huda.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Kalsel selama ini telah menjalankan berbagai program kesehatan untuk masyarakat pra sejahtera, dan partisipasi dalam program pengendalian ATM ini diharapkan akan memperkuat upaya tersebut. “Melalui distribusi bantuan dan edukasi kesehatan, kami ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk saling berbagi informasi dan pengalaman terkait penanganan ATM, terutama bagaimana cara terbaik untuk memberikan pendampingan kepada para penyintas. Dengan keterlibatan BAZNAS Kalsel, diharapkan akan ada peningkatan dalam hal dukungan material maupun edukasi kesehatan, baik melalui program-program pendistribusian maupun pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah dijalankan oleh BAZNAS Kalsel.
Kehadiran berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kalsel, pemerintah daerah, dan lembaga kesehatan lainnya, menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan besar ini. Dinas Kesehatan Prov Kalsel berharap langkah-langkah sinergis ini dapat mempercepat penurunan kasus ATM di wilayah Kalimantan Selatan, serta memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi ini, BAZNAS Kalsel berharap bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit melalui berbagai program edukasi, distribusi bantuan, dan pendampingan kesehatan. (eho)

