Banjarmasin, 6 November 2024 – UPZ Bakti Bersama Hasnur Group menyelenggarakan program kaji tiru ke BAZNAS Kalimantan Selatan, kemarin 6/11. Kajian ini berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam pengelolaan zakat. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus, tim kerja, relawan, dan anak magang UPZ Bakti Bersama, dengan tujuan memperluas pemahaman, wawasan, serta keahlian di bidang pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat.
Pada sesi pertama, peserta mendapat pelatihan terkait strategi penggalangan dana digital. Materi ini menekankan pentingnya mengoptimalkan kanal-kanal digital untuk pengumpulan zakat, termasuk strategi dan manajemen pengelolaan yang mendalam. Kanal digital diidentifikasi sebagai komponen kunci yang harus diperkuat untuk mendukung sistem pengumpulan dana secara daring yang efisien dan berkelanjutan.

Di bidang pendistribusian, kaji tiru ini menghadirkan pembelajaran tentang tata kelola ambulans dan rumah sehat BAZNAS. Dua program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi UPZ Bakti Bersama dalam mempersiapkan layanan serupa di masa mendatang, guna memberikan dampak positif dan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat.
Dalam sesi pendayagunaan dana, peserta mempelajari beberapa program inovatif seperti ZChicken, Z-Auto, Bank Zakat Mikro, dan Santripreneur. UPZ Bakti Bersama berencana menerapkan beberapa dari program ini pada tahun berjalan dan tahun mendatang 2025. Secara khusus, program Z-Auto direncanakan akan direalisasikan pada akhir tahun ini melalui kerja sama dengan BAZNAS Kalsel. Selain itu, program Santripreneur diharapkan dapat menjangkau pesantren-pesantren di wilayah operasi UPZ Bakti Bersama dan memberikan manfaat yang signifikan bagi komunitas pesantren.

Di bidang keuangan, kegiatan ini juga menitikberatkan pada pentingnya pengelolaan administrasi keuangan yang tertib dan akuntabel. Para peserta belajar tentang tata kelola keuangan di setiap aspek kegiatan, mulai dari pengumpulan, pendistribusian, hingga pendayagunaan. Dengan memahami pentingnya tertib administrasi, UPZ Bakti Bersama berharap dapat membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan keberlanjutan operasional lembaga.
Maulana, Ketua UPZ Bakti Bersama Hasnur Group, menyampaikan harapannya pada kegiatan ini. Ia menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan serta menjalankan berbagai inisiatif baru yang dapat menunjang perkembangan lembaga maupun individu. “Kemajuan lembaga dan peningkatan kapasitas SDM merupakan kebutuhan penting agar pelaksanaan program dapat memberikan dampak yang lebih luas dan efektif”, ujarnya.