Banjarmasin, 1 Juli 2025 — Hanya senyum tulus Riska Amalia Putri yang bisa menggambarkan kebahagiaan baginya. Ia seorang yatim piatu berusia 21 tahun yang hidup dengan keterbatasan pendengaran (tunarungu) sejak kecil, kini dihiasi secercah harapan. BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) menyalurkan bantuan dana zakat untuk Riska, warga Jalan Sungai Jingah RT 5 RW 1, Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, guna meringankan beban hidupnya.
Bantuan ini diberikan setelah tim BAZNAS Kalsel melakukan survei mendalam di lapangan. Riska, yang kini tinggal bersama Nuridah, saudara dari mendiang ibunya, memiliki kesulitan besar dalam berkomunikasi karena tidak mampu berbahasa isyarat. Kondisinya ini membuatnya cukup terisolasi dari lingkungan sekitar.

Muh. Aulia Rahman, Kepala Seksi Pendistribusian BAZNAS Kalsel, menuturkan bahwa timnya segera bergerak setelah hasil survei menunjukkan kondisi Riska yang memang membutuhkan. “Setelah survei, kami langsung menyalurkan bantuan ke tempat Riska berada. Saat kami tiba, Riska menyambut kami dan menuntun langsung ke tempat tinggalnya,” cerita Aulia. “Sesampainya disana, kami disambut hangat oleh Nuridah.”
Nuridah, yang selama ini menjadi pengasuh setia Riska, mengungkapkan rasa syukurnya atas uluran tangan BAZNAS Kalsel. “Bantuan ini sangat berarti untuk Riska, tentunya,” ujar Nuridah dengan haru.

Penyaluran dana zakat ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga wujud nyata kepedulian BAZNAS Kalsel terhadap mereka yang rentan. Kisah Riska Amalia Putri menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya empati dan gotong royong dalam masyarakat, memastikan bahwa setiap individu, tak peduli keterbatasannya, tetap merasakan uluran kebaikan. (ars)