Anjir Pasar, 10 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) mewujudkan siklus kebaikan zakat melalui program Lumbung Pangan Berkah. Kali ini, BAZNAS Kalsel menyalurkan zakat pertanian yang berasal langsung dari para petani binaan program tersebut kepada masyarakat Desa Anjir Pasar, Barito Kuala.
Penyaluran ini memiliki makna khusus karena dilakukan atas permintaan langsung para petani agar zakat yang mereka tunaikan dapat disalurkan kembali kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, memperkuat solidaritas di tingkat desa.
Zumrotun Nisa’, Staf Pendayagunaan BAZNAS Kalsel, menjelaskan rincian bantuan yang disalurkan. “Kami menyalurkan paket logistik keluarga untuk para lansia dan anak yatim piatu di sekitar Desa Anjir Pasar,” ujar Zumrotun Nisa.

Bantuan ini dirancang sesuai kebutuhan spesifik. Untuk para lansia, BAZNAS Kalsel tidak hanya memberikan sembako, tetapi juga kasur dan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan mendasar mereka. Sementara itu, untuk anak-anak yatim piatu, paket bantuan meliputi logistik keluarga berupa sembako dan keperluan sekolah seperti tas dan buku tulis, memastikan pendidikan mereka tetap berjalan lancar.
Yang istimewa, penyaluran ini didampingi langsung oleh salah satu petani yang juga muzaki, Bapak Supri. Beliau adalah salah satu petani yang menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Kalsel dan turut serta menyalurkan bantuan kepada tetangga-tetangganya.
Bapak Supri mengungkapkan harapannya, “Kami sangat berharap, zakat yang kami salurkan melalui BAZNAS Kalsel ini dapat menyasar sesuai permintaan kami, yaitu bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar Desa Anjir Pasar yang masih memerlukan bantuan, terutama para lansia dan anak-anak yatim piatu.”

Kegiatan penyaluran ini disambut dengan haru oleh para penerima manfaat. nenek Zainab, salah satu penerima manfaat, tak kuasa menahan air mata bahagia. “Saya merasa senang sekali dengan bantuan yang saya terima. Saya menangis bahagia karena rasanya seperti dikunjungi dan diperhatikan,” ucap nenek Zainab.
Aksi ini membuktikan bahwa program pemberdayaan BAZNAS Kalsel tidak hanya meningkatkan taraf hidup petani (muzaki), tetapi juga menciptakan budaya berbagi yang kuat, menjadikan zakat sebagai instrumen nyata pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat. (ars)