BANJARMASIN, 7 Oktober 2026 – Dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih dirasakan membuat kabut asap tipis hingga pekat kerap menyelimuti udara Kota Banjarmasin. Menyadari ancaman kesehatan yang mengintai para pengguna jalan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan melalui lembaga BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat turun ke jalan membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di salah satu titik lalu lintas padat, yakni di kawasan lampu merah Jalan A. Yani Kilometer 6, Kota Banjarmasin. Sasaran utama pembagian masker ini adalah para pengendara sepeda motor, pengemudi angkutan umum, pejalan kaki, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.

Gerakan pembagian masker ini semakin istimewa karena melibatkan sinergi dan kolaborasi luas dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah organisasi kepemudaan, komunitas, hingga instansi pemerintah turut mendukung aksi ini, di antaranya Bungas Barakat Community, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poliban, Ikatan Keluarga Alumni (IKASARI) UIN Antasari Banjarmasin, DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kalimantan Selatan, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Dema UIN Antasari, Turun Tangan Banjarmasin, serta komunitas Tangan DiAtas (TDA).
Di tempat terpisah, Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel, Drs. H. Muslim, M.Pd.I., memberikan tanggapan terkait aksi cepat tanggap yang dilakukan lembaganya bersama para mitra komunitas di tengah situasi kabut asap.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kita bersama. Ketika kabut asap masih melanda, kehadiran BAZNAS Tanggap Bencana bersama aliansi lintas komunitas dan pemerintah ini adalah bentuk kepedulian nyata untuk melindungi pernapasan warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah. Kami sangat mengapresiasi semangat kolaborasi dari seluruh anak muda dan instansi,” ujar H. Muslim.
Melalui aksi pembagian masker gratis ini, BAZNAS Kalsel berharap dapat meminimalisir risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan kabut asap, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat Banua.
Penulis: Risky Arshaq
Dokumentasi: Istimewa
Editor: Adi Ram