BANJARMASIN, 6 November 2026 – Upah harian dari membuat pentol bersama tetangga tak pernah cukup untuk merencanakan masa depan yang muluk. Namun bagi Khadijah (56), seorang ibu tunggal di Jalan Ir. P. H. M. Noor, Gang SMPN 12, Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat, asa itu kembali menyala setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan datang mengetuk pintu rumahnya.
Kedatangan tim BAZNAS Kalsel ke rumah kontrakannya adalah untuk menyalurkan bantuan pendidikan bagi sang buah hati, Sulaiman, pelajar kelas 3 SMA yang sempat terganjal tunggakan biaya ujian dan persiapan kelulusan.

Di tengah himpitan ekonomi mulai dari penghasilan tak menentu hingga beban tagihan air dan listrik bulanan bantuan ini menjadi penyelamat bagi kelanjutan sekolah Sulaiman. Khadijah tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan tersebut langsung di kediamannya.
“Ulun (saya) sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada BAZNAS Kalsel. Jujur, selama ini ulun bingung memikirkan biaya ujian dan wisuda Sulaiman karena hasil upah membuat pentol pas-pasan hanya untuk makan dan bayar air listrik. Bantuan ini benar-benar menjadi penyambung harapan bagi anak ulun agar bisa menyelesaikan sekolahnya dengan tenang,” ungkap Khadijah.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel, Drs. H. Muslim, M.Pd.I., saat ditemui di tempat terpisah, menegaskan bahwa kehadiran lembaganya bertujuan untuk memastikan tidak ada anak di Banua yang terpaksa berhenti sekolah karena masalah biaya.

“Pendidikan adalah jembatan utama untuk memutus rantai kemiskinan. Kisah perjuangan Ibu Khadijah sebagai orang tua tunggal dalam memperjuangkan pendidikan Sulaiman sangat menyentuh hati kita bersama. BAZNAS Kalsel hadir untuk memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dari para donatur benar-benar tepat sasaran dan memberikan solusi nyata bagi keluarga rentan seperti ini. Semoga bantuan ini memperlancar kelulusan Sulaiman dan menjadi langkah awal baginya untuk meraih cita-cita,” ujar H. Muslim.
Melalui BAZNAS Kalsel, uluran tangan dari para muzaki ini diharapkan mampu mengantarkan Sulaiman dan generasi muda kurang mampu lainnya meraih gerbang masa depan yang lebih cerah.
Penulis: Risky Arshaq
Dokumentasi: Risky Arshaq
Editor: Adi RAM