Rakorda BAZNAS se Kalsel Hasilkan 15 Resolusi, Optimis Capai Target Rp88 M tahun 2024

Rapat Rencana Kerja dan Koordinasi BAZNAS se Kalimantan Selatan yang digelar 11-10 Oktober kemarin menghasilkan 15 resolusi yang akan mendukung BAZNAS se Kalimantan Selatan dalam mencapai target pengumpulan ZIS (Zakat Infak dan Sedekah) sebanyak Rp88 milyar dalam tahun 2024 mendatang. 

Rapat Renja dan Koordinasi yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar ini diikuti 42 orang peserta dari BAZNAS Kabupaten/Kota, Kemenag 13 orang dan Sekda dan Kabag Kesra ada 12 orang bertempat di Rattan Inn Hotel Banjarmasin.

Pelaksanaan Rapat Renja dan Koordinasi BAZNAS se Kalimantan Selatan sebagai agenda tahunan didukung oleh Bank Kalsel ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. Ahmad Noor, MA, pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA, Direktur Bank Kalsel yang diwakili oleh H. Muhammad Kepala Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel, Perwakilan BPK, Perwakilan Bank Indonesia, Kajati Kalsel dan undangan lainnya.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan Irhamsyah Safari menyampaikan bahwa terget Rp88 milyar merupakan sebuah kesepakatan bersama BAZNAS se Kalimantan Selatan. “Ini sesuai kesepakatan BAZNAS se Kalsel dalam pra Rakorda kemarin, target pengumpulan zakatnya sebesar Rp 88 miliar,” paparnya usai Rapat Rencana Kerja dan Koordinasi Daerah Baznas se Kalsel. 

Sementara itu, tambah Irhamsyah untuk BAZNAS Provinsi Kalsel sendiri dalam target pengumpulan zakat tahun depan sebesar Rp 33,6 miliar. Sedangkan tahun 2023 ini BAZNAS Kalsel menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp 26 miliar. “Hingga bulan Oktober ini pengumpulan zakat kita sudah mencapai 90 persen. Kami optimis target tersebut tercapai,” paparnya.

Gubernur Kalimantan Selatan dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan sebagai sebuah organisasi, dapat meningkatkan penerimaan zakat, serta dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat bagi masyarakat mustahik di banua kita, Kalsel Babussalam.

“Potensi yang luar biasa dimiliki oleh Kalimantan Selatan tersebut harus dapat dimaksimalkan, agar dapat bersama-sama, mengentaskan kemiskinan, terlebih kemiskinan ekstrem di banua kita,” katanya.

Ketua Baznas RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi BAZNAS Kalsel yang selama ini menjalankan fungsinya dengan baik dan kedepan diharapkan BAZNAS se Kalimantan Selatan dapat meningkatkan pengumpulan ZIS sehingga mencapai target Rp 88 miliar pada tahun 2024. 

“Itu bukan hanya target bagaimana mengumpulkan zakat sebanyak-banyaknya tapi bagaimana membantu mustahik yang betul-betul mustahik, terutama fakir miskin,” ujarnya.

Target utamanya, lanjut Noor Ahmad, bagaimana caranya BAZNAS Kalsel secara bersama-sama membantu mengentaskan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrim sesuai dengan apa yang dicanangkan Presiden RI agar bisa dituntaskan tahun 2024 mendatang. (arm)

Bagian Promosi dan Komunikasi Publik BAZNAS Kalsel @baznaskalsel

Leave a Reply