Banjarmasin, Jum’at, 6 Juni 2025 — Suasana hangat terasa sejak pagi di Komplek Mantuil Raya RT 21 Blok Pondok Kelapa. Warga berkumpul, saling sapa, dan bersiap melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi kurban, hasil dari Kerukunan Arisan Kurban yang digagas warga untuk menunaikan ibadah kurban secara bersama-sama.
Kurban tahun ini menjadi lebih istimewa karena arisan warga mempercayakan penunaian kurban melalui BAZNAS Kalimantan Selatan pada program Kurban Berkah BAZNAS Kalsel 1446 H. Selain sebagai lembaga yang menyalurkan amanah kurban, BAZNAS Kalsel juga hadir memberikan berbagai fasilitas, mulai dari paket kemasan daging, spanduk pelaksanaan, kaos relawan, hingga mendukung proses distribusi daging kurban agar lebih tertib dan merata.

Penyembelihan dilakukan oleh Tuan Guru H. Nuh dan dibantu warga sekitar. Tak hanya Bapak-Bapak yang aktif di lapangan, para Ibu-Ibu pun antusias membantu pengemasan daging kurban. Suasana gotong royong dan kebersamaan menjadi nilai utama yang terasa dalam pelaksanaan kurban tahun ini.
“Kerukunan arisan kurban ini tidak hanya sebagai fasilitator ibadah kurban tapi juga dilaksanakan untuk menjaga silaturahmi antar warga komplek. Kami bersyukur bisa bekerja sama dengan BAZNAS Kalsel, karena pelaksanaan jadi lebih tertata dan terasa kekeluargaan,” Bapak Usman, Panitia Kurban.
Kegiatan ini berawal dari kesadaran kolektif warga akan pentingnya berkurban, meskipun tidak semua memiliki kemampuan untuk membeli hewan kurban secara individu. Dengan sistem arisan, biaya bisa ditanggung bersama dan ibadah tetap terlaksana.
Daging kurban kemudian dibagikan secara merata kepada warga sekitar komplek, sebagai bentuk syukur dan kepedulian antar sesama. Peran BAZNAS Kalsel dalam proses pendistribusian juga membantu memastikan bahwa daging sampai kepada yang berhak dengan lebih efisien.

“Warga sangat antusias, alhamdulillah semua berjalan lancar,” Sy. Nor Lidyawati dan Rahmini, Tim Pelaksana.
Panitia berharap kegiatan seperti ini terus berlangsung setiap tahun. Bahkan, estafet pengelolaan diharapkan bisa dilanjutkan oleh pemuda-pemudi komplek, agar semangat gotong royong tetap tumbuh di generasi berikutnya.