{"id":3343,"date":"2024-05-20T14:16:56","date_gmt":"2024-05-20T06:16:56","guid":{"rendered":"https:\/\/kalsel.baznas.go.id\/berita\/?p=3343"},"modified":"2025-02-28T15:37:33","modified_gmt":"2025-02-28T07:37:33","slug":"hikmahberkurban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/hikmahberkurban\/","title":{"rendered":"Hikmah Ibadah Kurban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Hari Raya Idul Adha yang jatuh tiap tanggal 10 Dzulhijjah memiliki kisah yang begitu kuat tentang keimanan sepasang ayah dan anak, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Keduanya mengajarkan kita sebagai umat manusia untuk merelakan sesuatu yang paling dicintai karena cinta yang kekal dan utama adalah kepada Allah SWT. Kita juga diajarkan untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya, dan dilakukan olehnya, itu merupakan bentuk ketaatannya kepada perintah Allah. Peristiwa itu pula yang mendasari ibadah kurban yang dilakukan umat muslim hingga kini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita simak hikmah dan keutamaan berurban:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim<br \/>\n\u201cMaka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: \u201cHai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!\u201d Ia menjawab: \u201cHai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar\u201d. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: \u201cHai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.\u201d (Qur\u2019an Surat Ash Shaffat : 102 \u2013 107)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam<br \/>\n\u201cDan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)\u201d (Qur\u2019an Surat Al Hajj : 34)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Berkurban adalah ibadah yang paling utama<br \/>\n\u201cMaka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.\u201d (Qur\u2019an Surat Al Kautsar : 2)<br \/>\nSyaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu\u2019 Fatawa (16\/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : \u201cAllah Subhanahu wa Ta\u2019ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu\u2019, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.\u201d<br \/>\n\u201cKatakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.\u201d (Qur\u2019an Surat Al An\u2019am : 162)<br \/>\nBeliau juga menegaskan: \u201cIbadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa<br \/>\n\u201cHari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah\u201d (HR. Muslim)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah<br \/>\nDari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: \u201cTidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah \u2013sebagai qurban\u2013 di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.\u201d (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang<br \/>\nDari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: \u201cSiapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.\u201d (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban<br \/>\nDari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: \u201cWahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?\u201d Rasulullah menjawab: \u201cQurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.\u201d Mereka menjawab: \u201cApa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?\u201d Rasulullah menjawab: \u201cSetiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.\u201dMereka menjawab: \u201cKalau bulu-bulunya?\u201dRasulullah menjawab: \u201cSetiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.\u201d [HR. Ahmad dan ibn Majah]<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/kalsel.baznas.go.id\/kurban\/\">Klik Untuk Tunaikan Kurban\u00a0<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/kalsel.baznas.go.id\/kurban\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7619\" src=\"https:\/\/kalsel.baznas.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Header-Home-Website-Kurban-2024-copy-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"777\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Raya Idul Adha yang jatuh tiap tanggal 10 Dzulhijjah memiliki kisah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3359,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-3343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3343"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3361,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3343\/revisions\/3361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}