{"id":3979,"date":"2024-10-10T11:11:16","date_gmt":"2024-10-10T03:11:16","guid":{"rendered":"https:\/\/kalsel.baznas.go.id\/berita\/?p=3979"},"modified":"2024-10-10T11:11:16","modified_gmt":"2024-10-10T03:11:16","slug":"deg-degan-tapi-optimis-perjuangan-miftahul-jannah-di-seleksi-beasiswa-cendekia-baznas-kalsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/deg-degan-tapi-optimis-perjuangan-miftahul-jannah-di-seleksi-beasiswa-cendekia-baznas-kalsel\/","title":{"rendered":"Deg-degan, Tapi Optimis: Perjuangan Miftahul Jannah di Seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Kalsel"},"content":{"rendered":"<p><b>Banjarmasin, 9 Oktober 2024 \u2013<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Hari kedua seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Kalsel telah berlangsung, dan bagi Miftahul Jannah, mahasiswi dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, momen ini adalah tantangan besar. Berada di antara 30 mahasiswa yang bersaing memperebutkan beasiswa, Miftahul mengaku merasa gugup sejak pagi. Wawancara adalah salah satu tahapan yang paling ia takuti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya sangat deg-degan, apalagi saat mau masuk ke ruangan wawancara,\u201d ungkapnya sembari tersenyum kaku. \u201cSaya takut tidak bisa memenuhi ekspektasi para juri.\u201d Namun, meskipun rasa cemas begitu menyelimuti, Miftahul mencoba tetap tenang dan fokus untuk memberikan yang terbaik. \u201cYang terpenting adalah berusaha sebaik mungkin. Saya sudah mempersiapkan diri, jadi tinggal menjalani dengan tenang,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3981\" src=\"https:\/\/kalsel.baznas.go.id\/berita\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/DSC06760.jpg\" alt=\"\" width=\"6000\" height=\"3376\" srcset=\"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/DSC06760.jpg 6000w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/DSC06760-300x169.jpg 300w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/DSC06760-768x432.jpg 768w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/DSC06760-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/DSC06760-1140x641.jpg 1140w\" sizes=\"auto, (max-width: 6000px) 100vw, 6000px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sesi wawancara berlangsung, Miftahul perlahan menemukan kepercayaan diri. Dia merasa senang bisa menjawab setiap pertanyaan dengan baik, meski awalnya sempat ragu. \u201cAlhamdulillah, setelah masuk dan mulai menjawab pertanyaan, saya merasa lebih lega. Juri-jurinya juga ramah, jadi akhirnya saya bisa menyelesaikan wawancara dengan perasaan lebih baik,\u201d jelasnya dengan senyum lega.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Miftahul juga mengungkapkan harapannya untuk bisa lulus ke tahap berikutnya dan mendapatkan beasiswa yang diimpikannya. \u201cBeasiswa ini sangat berarti bagi saya. Selain membantu dalam pembiayaan kuliah, ini juga menjadi bukti bahwa usaha keras saya selama ini tidak sia-sia,\u201d ujarnya penuh harap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Kalsel ini memang menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa seperti Miftahul, yang berharap dapat meraih masa depan lebih cerah melalui pendidikan. Meski rasa cemas sempat menyelimuti, ia kini lebih optimis dan siap menghadapi apa pun hasilnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang terpenting adalah saya sudah berusaha sebaik mungkin, dan semoga hasilnya sesuai dengan harapan,\u201d tutupnya. (eho)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin, 9 Oktober 2024 \u2013 Hari kedua seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Kalsel&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3982,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[7,17],"tags":[],"class_list":["post-3979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3983,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979\/revisions\/3983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}