{"id":4260,"date":"2024-11-26T16:36:52","date_gmt":"2024-11-26T08:36:52","guid":{"rendered":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/?p=4260"},"modified":"2025-06-11T15:11:44","modified_gmt":"2025-06-11T07:11:44","slug":"kisah-sukses-noor-zaidah-di-santripreneur-2024-baznas-kalsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/kisah-sukses-noor-zaidah-di-santripreneur-2024-baznas-kalsel\/","title":{"rendered":"Kisah Sukses Noor Zaidah Di Santripreneur 2024 BAZNAS Kalsel"},"content":{"rendered":"<p><b>Banjarmasin, 26 November 2024 \u2013<\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">Noor Zaidah, seorang alumni santriwati berusia 21 tahun, telah membuktikan bahwa semangat kewirausahaan tidak hanya dimonopoli oleh kalangan umum. Dengan ide bisnis buket bunga yang unik dan kreatif, Zaidah berhasil meraih gelar <a href=\"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/baznas-kalsel-berhasil-memberdayakan-santri-melalui-program-santripreneur-2024\/\">juara pertama dalam ajang Santripreneur 2024<\/a> yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kalimantan Selatan, dengan nilai impresif 80,47.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zaidah Florist, nama usaha yang dirintisnya sejak dua tahun lalu, menjadi saksi perjalanan Zaidah dari seorang penjual produk kecil-kecilan saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Falah Putri, hingga menjadi wirausahawan muda yang sukses. Keterampilannya dalam dunia floristry membawanya untuk fokus pada bisnis buket bunga, di mana ia mampu merangkai bunga menjadi karya seni yang menawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih juara pertama,\u201d ungkap Zaidah penuh haru. \u201cPerjalanan saya dalam dunia wirausaha ini tidak lepas dari dukungan keluarga, teman-teman, dan tentunya <a href=\"https:\/\/baznaskalsel.org\">BAZNAS Kalsel<\/a>.\u201d<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8446\" aria-describedby=\"caption-attachment-8446\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8446 size-full\" src=\"https:\/\/baznaskalsel.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com\/uploads\/2024\/11\/29163754\/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-14.46.11-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1440\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8446\" class=\"wp-caption-text\">Noor Zaidah Ketika Menunggu Hasil Pengumuman Di Acara Puncak Program Santripreneur 2024 BAZNAS Kalsel<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui program Santripreneur BAZNAS Kalsel, Zaidah tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga ilmu dan pengalaman berharga. Pelatihan dan mentoring intensif yang diterimanya membantu mengasah kemampuan bisnisnya, mulai dari merancang produk, menentukan target pasar, hingga membangun merek yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProgram Santripreneur BAZNAS Kalsel ini benar-benar membuka mata saya. Saya belajar banyak hal yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya,\u201d tambah Zaidah. \u201cSaya berharap program ini dapat terus berjalan dan menginspirasi lebih banyak santri untuk berani berwirausaha.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kemenangan ini, semangat Zaidah semakin berkobar untuk mengembangkan bisnisnya. Ia berencana memperluas jangkauan pasar Zaida Florist, baik secara online maupun offline, serta berkeinginan menciptakan lapangan kerja bagi santri lainnya yang memiliki minat di bidang floristry.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah sukses Zaidah menjadi bukti bahwa santri tidak hanya pandai dalam urusan agama, tetapi juga memiliki potensi besar di dunia bisnis. Semoga Zaida Florist dapat terus berkembang dan menginspirasi generasi muda untuk berani mengejar mimpi. (ars)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin, 26 November 2024 \u2013 Noor Zaidah, seorang alumni santriwati berusia 21&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4262,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4260"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5335,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4260\/revisions\/5335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}