{"id":5943,"date":"2025-10-20T14:50:55","date_gmt":"2025-10-20T06:50:55","guid":{"rendered":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/?p=5943"},"modified":"2025-10-20T14:50:55","modified_gmt":"2025-10-20T06:50:55","slug":"kalsel-punya-potensi-zakat-rp28-t-baznas-dorong-digitalisasi-untuk-kesejahteraan-129-ribu-warga-miskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/kalsel-punya-potensi-zakat-rp28-t-baznas-dorong-digitalisasi-untuk-kesejahteraan-129-ribu-warga-miskin\/","title":{"rendered":"Kalsel Punya Potensi Zakat Rp2,8 T, BAZNAS Dorong Digitalisasi untuk Kesejahteraan 129 Ribu Warga Miskin"},"content":{"rendered":"<p><b>Banjarmasin, 16 Oktober 2025<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai instrumen utama percepatan kesejahteraan masyarakat di Banua. Upaya ini diiringi dengan konsolidasi digital dan peningkatan tata kelola yang efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Kalimantan Selatan Tahun 2025 yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kamis (16\/10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Irhamsyah Safari, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, melaporkan progres positif dalam pengumpulan ZIS. \u201cHingga saat ini, total pengumpulan ZIS di Kalsel telah mencapai Rp73,59 miliar, atau sekitar 70 persen dari target ambisius sebesar Rp105,72 miliar tahun ini,\u201d kata Irhamsyah.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9949\" src=\"https:\/\/baznaskalsel.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com\/uploads\/2025\/10\/Copy-of-Dark-Grey-Minimalist-Photo-Travel-YouTube-Thumbnail-5.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Irhamsyah menuturkan, perkembangan signifikan ini tidak lepas dari implementasi masif digitalisasi zakat yang kini mulai akrab di kalangan masyarakat. BAZNAS Kalsel memanfaatkan berbagai kanal modern, seperti transfer bank, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">virtual account<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan sistem pembayaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Quick Response Code Indonesian Standard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QRIS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebagian besar zakat di BAZNAS Kalsel kini dikumpulkan secara digital. Literasi dan kesadaran masyarakat meningkat berkat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalsel, terutama dari Dinas Kominfo yang memfasilitasi publikasi melalui videotron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">indoor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outdoor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penguatan sistem ini sejalan dengan hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) 2024, di mana BAZNAS Kalsel berhasil meraih skor 0,56 dengan kategori Baik. Skor ini mencerminkan tata kelola zakat yang dinilai efektif dan berdampak nyata, baik dalam pemberdayaan ekonomi maupun pengentasan kemiskinan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9950\" src=\"https:\/\/baznaskalsel.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com\/uploads\/2025\/10\/Copy-of-Dark-Grey-Minimalist-Photo-Travel-YouTube-Thumbnail-6.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTata kelola, regulasi, dan pelayanan sosial kita cukup baik. Namun, masih banyak ruang yang harus kita tingkatkan agar manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat,\u201d tegas Irhamsyah, menekankan perlunya peningkatan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Kalsel, menyoroti besarnya potensi zakat di Kalimantan Selatan yang harus dikonsolidasikan. Menurutnya, potensi zakat di Kalsel mencapai Rp2,8 triliun per tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka besar ini, kata Saidah, belum tergarap sepenuhnya dari berbagai sektor ekonomi strategis seperti pertambangan, pertanian, perkebunan, dan jasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPotensi zakat di Kalsel sangat besar dan harus dikonsolidasikan untuk kesejahteraan masyarakat. Walaupun Kalsel sudah menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan nomor dua terendah di Indonesia, masih ada sekitar 129 ribu warga yang perlu kita bantu keluar dari kemiskinan,\u201d jelas Saidah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menegaskan, dana zakat dapat menjadi instrumen strategis yang paling efektif dalam mempercepat pengurangan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalsel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau sumber daya berasal dari Kalsel, maka masyarakat Kalsel juga harus merasakan manfaatnya. Saya mengajak para muzakki dan donatur untuk bersama-sama berkontribusi mengentaskan kemiskinan di Banua melalui BAZNAS,\u201d pungkasnya, menutup Rakorda dengan pesan optimisme.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin, 16 Oktober 2025 \u2014 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5943"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5946,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5943\/revisions\/5946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}