{"id":6771,"date":"2026-04-06T14:33:01","date_gmt":"2026-04-06T06:33:01","guid":{"rendered":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/?p=6771"},"modified":"2026-04-06T14:43:36","modified_gmt":"2026-04-06T06:43:36","slug":"baznas-kalsel-kejutkan-tiga-siswa-yatim-sdn-teluk-dalam-3-dengan-program-yatim-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/baznas-kalsel-kejutkan-tiga-siswa-yatim-sdn-teluk-dalam-3-dengan-program-yatim-bahagia\/","title":{"rendered":"BAZNAS Kalsel Kejutkan Tiga Siswa Yatim SDN Teluk Dalam 3 dengan Program Yatim Bahagia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banjarmasin \u2013 Suasana siang di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin terasa berbeda bagi Safri, Bilqis, dan Napisah. Alih-alih langsung pulang ke rumah, ketiga siswa yatim ini dikejutkan dengan kedatangan tim Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) yang menjemput mereka untuk diajak berbelanja perlengkapan sekolah baru dalam rangkaian program \u201cYatim Bahagia\u201d, Kamis (02\/04\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyaluran bantuan yang bersumber dari dana infak terikat ini dikemas dengan cara yang berbeda. Tim BAZNAS Kalsel mendampingi langsung ketiga anak tersebut menuju pusat perbelanjaan agar mereka dapat memilih sendiri barang-barang yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas belajar di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasi Pendistribusian Mitra dan UPZ BAZNAS Kalsel, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa metode menjemput dan menemani belanja ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan serta menghargai keinginan para penerima manfaat.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6773\" src=\"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.58.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.58.jpeg 1600w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.58-300x169.jpeg 300w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.58-768x432.jpeg 768w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.58-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.58-1140x641.jpeg 1140w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami menjemput mereka tepat saat jam pulang sekolah dan mengajak ketiganya untuk memilih sendiri sepatu dan tas yang diinginkan. Memberikan mereka kesempatan untuk memilih adalah cara kami memberikan kebahagiaan yang tulus,\u201d ujar Abdul Hakim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam proses belanja tersebut, muncul momen-momen menyentuh yang menunjukkan kedewasaan para siswa ini. Abdul Hakim menceritakan bagaimana salah satu siswa, Bilqis, memikirkan masa depannya dengan cara yang sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaat belanja sepatu, saya sedikit terharu karena Bilqis meminta ukuran sepatu yang sengaja dilebihkan atau lebih besar. Alasannya sangat menyentuh, supaya sepatu tersebut awet dan masih bisa dipakai sampai dia masuk jenjang SMP nanti,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal serupa juga ditunjukkan oleh Safri. Alih-alih membeli tas baru, ia justru memprioritaskan kebutuhan lain yang dianggapnya lebih mendesak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaat ini yang saya perlukan adalah sepatu dan baju. Jadi saya hanya membeli sepatu, tidak membeli tas karena tas saya masih layak. Sebagai gantinya, saya membeli baju olahraga sekolah karena yang lama sudah robek. Nanti belinya langsung di sekolah saja,\u201d tutur Safri dengan polos.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6774\" src=\"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.59.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.59.jpeg 1600w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.59-300x169.jpeg 300w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.59-768x432.jpeg 768w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.59-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-14.20.59-1140x641.jpeg 1140w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menanggapi keberhasilan penyaluran ini, Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel, H. Muslim, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian lembaga terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak yatim di Banua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTentu ini merupakan salah satu andil BAZNAS Kalsel dalam dunia pendidikan, terkhusus untuk anak yatim. Saya berharap melalui program ini, anak-anak yatim kita bisa merasa bahagia dan semakin bersemangat bersekolah, sesuai dengan nama programnya yakni Yatim Bahagia. Kami juga berharap mereka bisa terus berprestasi di sekolah,\u201d pungkas H. Muslim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi nyata ini membuktikan bahwa pengelolaan dana infak yang tepat sasaran mampu memberikan dukungan moral dan material yang signifikan bagi anak-anak yang membutuhkan, sekaligus memastikan mereka tetap optimis dalam menempuh pendidikan.(ars)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin \u2013 Suasana siang di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin terasa berbeda&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6775,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[4,7,17],"tags":[],"class_list":["post-6771","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kemanusiaan","category-pendidikan","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6771"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6783,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6771\/revisions\/6783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}