{"id":6800,"date":"2026-04-10T11:46:11","date_gmt":"2026-04-10T03:46:11","guid":{"rendered":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/?p=6800"},"modified":"2026-04-10T11:46:11","modified_gmt":"2026-04-10T03:46:11","slug":"strategi-cerdas-hadapi-harga-pokok-warung-makan-binaan-baznas-kalsel-di-kelayan-raup-omzet-jutaan-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/strategi-cerdas-hadapi-harga-pokok-warung-makan-binaan-baznas-kalsel-di-kelayan-raup-omzet-jutaan-rupiah\/","title":{"rendered":"Strategi Cerdas Hadapi Harga Pokok, Warung Makan Binaan BAZNAS Kalsel di Kelayan Raup Omzet Jutaan Rupiah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banjarmasin \u2013 Di tengah gempuran kenaikan harga bahan pokok dan ketatnya persaingan warung makan di kawasan Kelayan, Ibu Fitriah tetap menunjukkan komitmennya sebagai pelaku usaha binaan BAZNAS Kalsel yang tangguh. Meski harga plastik melonjak drastis, strategi manajemen porsi yang cerdas dan konsistensi rasa membuat warung makan ini tetap menjadi pilihan utama warga, dengan omzet bulanan kini melampaui angka Rp6 juta, Kamis (09\/04\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Monitoring yang dilakukan tim BAZNAS Kalsel di lokasi usahanya di Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan, menunjukkan tren positif. Setelah melewati masa Ramadan dengan banjir orderan nasi kotak untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">iftar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kini Ibu Fitriah mampu mempertahankan ritme produksinya. Setiap hari, ia bersama suaminya mengolah rata-rata 7 liter beras untuk nasi samin, nasi kuning, dan nasi putih, bahkan mencapai 10 liter pada hari-hari tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari omzet diatas 6 juta per bulan tersebut, Ibu Fitriah telah mampu mengelola keuangannya secara mandiri untuk biaya sewa tempat, modal produksi, hingga kebutuhan rumah tangga. Ia bahkan secara disiplin menyisihkan laba untuk ditabung setiap harinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski secara pendapatan meningkat, Ibu Fitriah tidak menutup mata terhadap tantangan pasar. Ia mengisahkan bagaimana biaya operasional, khususnya perlengkapan seperti plastik, melonjak dari Rp. 38.000 menjadi Rp. 58.000.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10689\" src=\"https:\/\/baznaskalsel.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-10-at-10.57.40-2.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSedihnya saya tidak bisa menaikkan harga jual karena daya saing di sini cukup kuat. Jadi strategi yang saya lakukan hanya sedikit mengurangi porsi nasi agar tetap terjangkau oleh pelanggan,\u201d ungkap Ibu Fitriah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menanggapi keberhasilan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel, H. Muslim, memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja Ibu Fitriah. Menurutnya, Ibu Fitriah adalah contoh nyata bagaimana bantuan produktif dapat mengubah pola pikir mustahik menjadi lebih mandiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami sangat bangga melihat perkembangan usaha Ibu Fitriah. Kunci dari program pemberdayaan ekonomi BAZNAS bukan hanya pada pemberian modal di awal, tetapi pada keberlanjutan dan kedisiplinan mustahik dalam mengelola keuangan. Apa yang dilakukan Ibu Fitriah dengan menabung harian adalah langkah cerdas untuk menghadapi fluktuasi harga pasar,\u201d ujar H. Muslim.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10690\" src=\"https:\/\/baznaskalsel.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-10-at-10.57.40.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kalsel akan terus berkomitmen melakukan pendampingan agar para pelaku usaha mikro memiliki daya tahan yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHarapan kami, Ibu Fitriah tidak hanya sukses secara finansial, tetapi ke depannya bisa naik kelas dari mustahik menjadi muzakki (pemberi zakat), sehingga bisa membantu lebih banyak orang lagi di Kalimantan Selatan,\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bantuan modal dari BAZNAS Kalsel bukan sekadar pemberian sekali habis, melainkan menjadi pemicu kemandirian. Monitoring rutin ini dilakukan untuk memastikan para mustahik tetap memiliki daya tahan di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya tabungan harian dan manajemen modal yang baik, BAZNAS Kalsel berharap Ibu Fitriah dapat terus mengembangkan usahanya dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro lainnya di Kalimantan Selatan. (ars)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin \u2013 Di tengah gempuran kenaikan harga bahan pokok dan ketatnya persaingan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6802,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6800"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6803,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6800\/revisions\/6803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}