{"id":7043,"date":"2026-06-23T09:07:29","date_gmt":"2026-06-23T01:07:29","guid":{"rendered":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/?p=7043"},"modified":"2026-06-23T09:07:55","modified_gmt":"2026-06-23T01:07:55","slug":"5-keutamaan-yang-perlu-kamu-ketahui-tentang-bulan-muharam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/5-keutamaan-yang-perlu-kamu-ketahui-tentang-bulan-muharam\/","title":{"rendered":"5 KEUTAMAAN YANG PERLU KAMU KETAHUI TENTANG BULAN MUHARAM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Hijriah. Sebagai bulan pertama dalam penanggalan Islam, Muharram memiliki banyak keutamaan yang telah dijelaskan dalam Al-Qur\u2019an maupun hadis Rasulullah SAW. Memahami keutamaan bulan Muharram dapat membantu umat Islam untuk lebih memaksimalkan ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.<\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut 5 keutamaan yang perlu kita ketahui sebagai umat <\/span><b>\u201cRasulullah SAW\u201d <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah SWT<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu keutamaan bulan Muharram yang paling utama adalah statusnya sebagai bulan haram. Allah SWT berfirman:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(QS. At-Taubah: 36)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa\u2019dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam diperintahkan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga diri dari dosa dan kemaksiatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Para ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan yang dilakukan pada bulan haram akan mendapatkan pahala yang lebih besar. Sebaliknya, dosa yang dilakukan juga memiliki konsekuensi yang lebih berat dibandingkan bulan lainnya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Muharram Disebut sebagai Bulan Allah<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keistimewaan berikutnya adalah Muharram mendapatkan penyebutan khusus sebagai \u201cBulan Allah\u201d. Rasulullah SAW bersabda:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPuasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(HR. Muslim)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyandaran nama Muharram kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keagungan bulan tersebut. Tidak banyak waktu atau tempat yang secara khusus disandarkan kepada Allah SWT sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur\u2019an, berdzikir, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Puasa Muharram Merupakan Puasa Sunnah yang Sangat Utama<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika membahas keutamaan bulan Muharram, tidak dapat dipisahkan dari ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan ini. Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umatnya untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa yang paling terkenal adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram yang dikenal sebagai puasa Tasu\u2019a.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW bersabda:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPuasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(HR. Muslim)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Asyura. Dengan izin Allah SWT, dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu dapat dihapus melalui ibadah puasa tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak ulama juga menganjurkan untuk memperbanyak puasa pada hari-hari lain di bulan Muharram sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Hari Asyura Menjadi Hari Bersejarah bagi Umat Islam<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu keutamaan bulan Muharram yang sangat penting adalah adanya hari Asyura. Hari ini memiliki nilai sejarah yang besar dalam perjalanan para nabi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa pada hari Asyura Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir\u2019aun. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian Rasulullah SAW bersabda:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari Asyura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peristiwa ini menunjukkan bahwa hari Asyura merupakan momentum untuk mensyukuri nikmat dan pertolongan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>5. Momentum Memperbanyak Amal Saleh dan Muhasabah Diri<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah. Sebagai awal tahun Hijriah, Muharram dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas kehidupan spiritual seorang Muslim.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak ulama salaf memanfaatkan pergantian tahun Hijriah untuk memperbarui niat, memperbanyak taubat, dan menyusun target ibadah yang lebih baik. Hal ini menjadi bagian dari keutamaan bulan Muharram yang sering kali terlupakan oleh sebagian umat Islam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk sahabat, kita sambut bulan mulia ini dengan bersedekah dengan cara klik link dibawah ini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/baznaskalsel.org\/program\/sedekah-yatim\/\">Klik Disini Untuk Sedekah<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber : https:\/\/kabhulusungaiutara.baznas.go.id\/artikel\/show\/5-keutamaan-bulan-muharram-yang-perlu-diketahui-umat-islam\/46769<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Hijriah&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7046,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-7043","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7043"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7047,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7043\/revisions\/7047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baznaskalsel.org\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}