Banjarmasin, 2 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Selatan kembali menggelar seleksi akademik untuk program unggulannya, Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) tahun ajaran 2025/2026. Program ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kalimantan Selatan hingga jenjang kelas 12 dengan pembinaan akademik dan keagamaan yang intensif yang akan melanjutkan sekolah ke Sekolah Cendekia BAZNAS di Jawa Barat yang dikelola oleh BAZNAS RI.

Seleksi SCB terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dari seleksi administrasi yang mencakup verifikasi data dan kelengkapan berkas pendaftaran. Peserta yang lolos administrasi kemudian mengikuti tes akademik yang tahun ini mengalami perubahan format dengan penggunaan sistem online yang langsung terhubung ke pusat. Setelah melewati tahap seleksi akademik ini, peserta akan menjalani tahapan lanjutan berupa survei untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi keluarga, wawancara untuk mengukur motivasi serta kesiapan peserta, dan psikotes guna menilai aspek kepribadian serta kesiapan mental mereka. Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi akan resmi bergabung dalam program SCB dan bergabung dengan enam kakak kelas yang lebih dulu menempuh pendidikan di SCB.
Gusti Mariatul Sofiah, perwakilan dari tim pendistribusian BAZNAS Kalsel, mengungkapkan bahwa kegiatan tes akademik hari ini berjalan dengan lancar meskipun terdapat beberapa kendala teknis yang dapat diatasi dengan baik. Ia berharap para peserta mendapatkan manfaat dari seleksi ini dan kelak bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri serta lingkungan sekitarnya.
Pada seleksi tahun ini, dua peserta yang mengikuti tes adalah Ahmad Azzamy Syauqi dari Banjarmasin dan Zidane Aamir Yazid Iskandar dari Banjarbaru. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Kalsel, tepatnya di Gedung Islamic Centre lantai 2, Komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.
Dengan adanya program SCB, BAZNAS Kalsel terus berupaya memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak prasejahtera agar mereka dapat meraih masa depan yang lebih cerah. (eho)