Berkat Program Lumbung Pangan BAZNAS Kalsel, Supingi Kini Jadi Muzakki

Barito Kuala 10 Oktober 2024 — Sejak bergabung dengan program Lumbung Pangan BAZNAS Kalsel pada tahun 2022, Pak Supingi, seorang petani asal Desa Anjir Pasar Kota II, Kecamatan Anjir Pasar Kota Kabupaten Barito Kuala, telah merasakan perubahan besar dalam cara bertani dan hasil panennya. Dengan pendampingan intensif serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan metode pertanian organik, Pak Supingi mampu meningkatkan produktivitas lahan sawahnya seluas 1,3 hektar secara signifikan.

Pada musim panen 2022/2023, Pak Supingi berhasil memanen 1.700 kg gabah. Namun, berkat bimbingan berkelanjutan dan penerapan teknik yang lebih ramah lingkungan, hasil panennya melonjak pada 2023/2024, mencapai 2.496 kg gabah. Dalam dua tahun tersebut, total hasil panen Pak Supingi mencapai 4.196 kg gabah, angka yang cukup impresif untuk ukuran lahan yang digarapnya.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dan arahan dari BAZNAS Kalsel, kami bisa menanam padi sesuai standar yang lebih baik. Selain hasil panen meningkat, kami juga lebih sadar untuk menjaga lingkungan dengan menerapkan pertanian organik,” ujar Pak Supingi dengan penuh rasa syukur.

Selain peningkatan hasil pertanian, pencapaian yang paling membanggakan bagi Pak Supingi adalah kemampuannya untuk menunaikan zakat dari hasil panennya. Menurutnya, dengan hasil panen yang lebih baik, ia kini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi juga berkontribusi melalui zakat pertanian. “Ini bukan hanya tentang peningkatan produktivitas, tapi juga tentang bagaimana kami bisa lebih berperan dalam berbagi berkah dengan sesama,” tambahnya.

Program Lumbung Pangan BAZNAS Kalsel ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya menunaikan zakat di kalangan petani. Pendampingan yang diberikan meliputi pelatihan dalam teknik budidaya, penggunaan bahan-bahan organik, hingga pengelolaan hasil panen. Semua ini dilakukan demi menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Program ini sangat membantu kami dalam banyak hal. Selain belajar teknik baru, saya juga merasa lebih terhubung dengan BAZNAS Kalsel, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tapi juga sebagai orang yang bisa berbagi dengan zakat,” jelas Pak Supingi.

Program Lumbung Pangan BAZNAS Kalsel tidak hanya membantu meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya zakat dan tanggung jawab sosial. Dengan langkah ini, BAZNAS Kalsel membuktikan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempromosikan pertanian yang lebih ramah lingkungan.(eho)