Dari Makaroni Bantat hingga Hidroponik, Langkah Mandiri Ibu Siti Fatimah Bersama BAZNAS Kalsel

Banjarmasin — Aktivitas produksi di rumah Ibu Siti Fatimah kini semakin sibuk. Di sudut dapur, aroma makaroni goreng khas Makaroni Bantat kerap tercium, menandai usahanya terus berjalani.

Ibu Siti Fatimah merupakan salah satu penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui bantuan modal usaha berupa bahan baku makaroni, ia mulai merintis usahanya dengan penuh semangat. Perlahan namun pasti, hasilnya mulai terlihat. Penjualan yang stabil membuat produknya mulai dikenal dan menambah jaringan reseller baru.
Tak hanya fokus pada produksi, Ibu Siti Fatimah juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi UMKM. Baginya, belajar dan mencoba hal baru adalah bagian dari proses untuk terus berkembang.

Semangat itu pula yang mendorongnya bersama sang suami mencoba usaha baru di bidang pertanian, yakni budidaya selada hidroponik. Usaha ini telah dijalani selama kurang lebih satu bulan. Meski masih tahap awal, harapan besar disematkan agar budidaya ini kelak dapat menambah penghasilan keluarga.

“Alhamdulillah, sejauh ini berjalan baik. Kami masih terus belajar agar hasilnya bisa maksimal,” tutur Ibu Siti Fatimah.

Pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Kalsel, Zahratussalwa, menilai semangat Ibu Siti Fatimah sebagai contoh positif bagi penerima manfaat lainnya.“Bu Siti termasuk sosok yang tekun dan mau berkembang. Dari usaha makaroni hingga mencoba hidroponik, beliau menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk tumbuh,” ujarnya.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, BAZNAS Kalsel berharap para penerima manfaat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga semakin mandiri dan percaya diri dalam mengembangkan usaha. Kisah Ibu Siti Fatimah menjadi bukti bahwa dengan semangat dan pendampingan yang tepat, peluang untuk maju selalu terbuka.(eho)

Leave a Reply