Banjarmasin — Aktivitas bengkel Imuk Motor tampak berjalan seperti biasa. Sejumlah pelanggan datang silih berganti untuk memperbaiki kendaraan mereka. Di sela aktivitas tersebut, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan survei dan pemantauan usaha sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan dalam program beasiswa.
Kegiatan survei dan monitoring usaha ini dilaksanakan pada 17–20 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, penerima BCB melakukan pemantauan langsung ke lapangan sebagai media edukatif untuk mengamalkan materi dan pelatihan yang telah mereka jalani. Sementara itu, Tim Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) hadir untuk mengawasi jalannya kegiatan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai arahan dan ketentuan program pendayagunaan.
Salah satu usaha yang menjadi lokasi survei adalah bengkel Imuk Motor milik Ahmad Mulianto, mustahik penerima manfaat program pendayagunaan BAZNAS Kalsel. Berdasarkan hasil pemantauan, usaha tersebut menunjukkan kondisi operasional yang berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, kegiatan bengkel berjalan dengan baik. Pelanggan yang datang cukup ramai untuk melakukan perbaikan kendaraan. Operasional berlangsung normal tanpa hambatan berarti, serta pendapatan tetap stabil,” ujar Ahmad Mulianto.

Survei yang dilakukan mencakup pengamatan aktivitas usaha, pencatatan perkembangan, serta identifikasi kendala yang dihadapi mustahik. Hasil survei tersebut selanjutnya disusun dalam bentuk laporan untuk menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pembina atau penanggung jawab program pendayagunaan.
Bagi penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Mereka tidak ditempatkan sebagai penanggung jawab program, melainkan sebagai peserta didik yang memperoleh pengalaman langsung di lapangan dengan pendampingan dan pengawasan dari BAZNAS.
Perwakilan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Amin, menyampaikan bahwa keterlibatan penerima BCB dalam kegiatan survei ini memberikan pemahaman praktis yang bernilai.
“Kegiatan survei ini menjadi media pembelajaran bagi kami. Kami mengamalkan materi dan pelatihan yang telah kami terima dengan turun langsung ke lapangan, sementara BAZNAS tetap mengawasi dan mengarahkan jalannya kegiatan. Dari sini kami belajar memahami program pendayagunaan secara lebih nyata,” jelas Amin.
Melalui pendekatan ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya memastikan program pendayagunaan berjalan sesuai tujuan, tetapi juga membangun proses edukatif bagi penerima beasiswa. Sinergi antara BAZNAS, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, dan mustahik diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan usaha serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi di Kalimantan Selatan.