Banjarmasin — BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan BAZNAS kabupaten/kota penyelenggara Program Z-Mart menggelar kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi para penerima manfaat. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 28–29 Januari 2026, dan diikuti oleh total 145 penerima manfaat dari empat daerah di Kalimantan Selatan.
Pada hari pertama, Rabu (28/1/2026), LDK dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Banjarbaru dengan jumlah peserta sebanyak 30 penerima manfaat, serta di Aula Islamic Center Kabupaten Banjar yang diikuti 35 penerima manfaat. Kegiatan berlanjut pada Kamis (29/1/2026) di Aula Katib Dayan Gedung Sekretariat Bersama Kota Banjarmasin dengan 30 peserta, dan di Aula Bahalap Kantor Bupati Barito Kuala yang diikuti 50 penerima manfaat.

Kegiatan LDK ini bertujuan sebagai landasan awal bagi para penerima Program Z-Mart BAZNAS dalam meningkatkan peran dan kekuatan kelompok guna mendukung keberhasilan program. Pelatihan yang mengusung tema pengelolaan warung kelontong secara profesional ini juga diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi penerima manfaat untuk meningkatkan profesionalisme usaha dan potensi penjualan.
Secara garis besar, materi yang disampaikan meliputi pengelolaan warung kelontong secara profesional dengan berlandaskan prinsip syariah, serta pendekatan penguatan kelompok agar para penerima manfaat dapat saling mendukung dalam menjalankan usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem usaha yang sehat, berkelanjutan, dan berbasis kebersamaan.
Kepala Bidang Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Saptian Hadi, menyampaikan bahwa Latihan Dasar Kelompok merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan Program Z-Mart. Menurutnya, kegiatan ini menjadi fondasi awal agar pendampingan yang dilakukan ke depan dapat berjalan lebih terarah dan berdampak nyata.

“Latihan Dasar Kelompok ini menjadi tahap awal yang sangat penting dalam pelaksanaan Program Z-Mart. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para penerima manfaat memiliki pemahaman dasar yang sama terkait pengelolaan warung kelontong secara profesional, berlandaskan prinsip syariah, serta berbasis pada penguatan kelompok. Dengan fondasi yang kuat sejak awal, pendampingan selama satu tahun ke depan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan usaha penerima manfaat,” ujar Saptian.
Dari sisi penyelenggara di tingkat kabupaten/kota, kegiatan ini mendapat sambutan positif. BAZNAS kabupaten/kota menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan LDK sebagai langkah awal dalam membekali penerima manfaat agar mampu menjalankan usaha sejak awal dengan prinsip syariah, berbasis penguatan kelompok, serta didukung pendampingan rutin oleh pendamping program.
Sementara itu, para penerima manfaat mengaku mendapatkan wawasan baru melalui kegiatan ini. Mereka menilai pengelolaan warung secara profesional dapat diterapkan melalui pendekatan yang sederhana namun efektif, sehingga mampu meningkatkan potensi penjualan dan kualitas usaha.

BAZNAS Kalsel berharap, melalui pelatihan dasar kelompok ini, seluruh pihak yang terlibat, baik BAZNAS sebagai pelaksana program, pendamping sebagai stakeholder pendukung, maupun penerima manfaat sebagai aktor utama, dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai pola kerja dan arah pendampingan yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan.
Pada tahap awal pelaksanaan Program Z-Mart, BAZNAS Kalsel berperan sebagai fasilitator pendamping dan pemberi materi. Ke depan, BAZNAS Kalsel juga akan terlibat dalam dukungan pembiayaan dengan membantu masing-masing 10 mustahik di setiap kabupaten/kota, dengan total 110 mustahik dari 11 kabupaten/kota yang menjadi sasaran Program Z-Mart.