Banjarmasin, 13 November 2025 — Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) memperkuat langkah strategis dengan menggelar Rapat Koordinasi dan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Kalsel. Kegiatan ini dilaksanakan di TreePark Hotel Banjarmasin.
Rapat koordinasi secara resmi dibuka oleh Plt. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. H. Mawardy Hatta, M.Ag, yang menekankan pentingnya pertemuan ini. Dalam sambutannya, H. Mawardy Hatta, menyatakan bahwa RKAT yang tersusun akan menjadi pedoman utama dalam melaksanakan program-program di tahun 2026.
“Tersusunan RKAT ini adalah pedoman kerja dalam rangka melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Kami berharap pengumpulan yang dilakukan seluruh UPZ BAZNAS Kalsel dapat lebih maksimal dan meningkat,” ujarnya

Sejumlah agenda dibahas dalam rakor ini, termasuk Sosialisasi Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 400.8.1/278/Kesra/2025 dilanjutkan dengan Laporan Kinerja Pengumpulan dan Penyaluran ZIS-DSKL tahun 2024 serta rencana program prioritas tahun 2026 oleh UPZ BAZNAS Kalsel.
Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bagian Pengumpulan BAZNAS Kalsel H. Saddam Nurhidayat merangkum hasil rakor ini menjadi empat resolusi utama untuk penguatan program di tahun 2026 yang pertama, Target pengumpulan UPZ sebesar Rp 30,7 Miliar. Yang kedua mendampingi UPZ dalam mencapai program tersebut. Yang ketiga melakukan digitalisasi pelaporan pengelolaan UPZ BAZNAS Kalsel. Dan yang terakhir mengoptimalkan UPZ yang belum aktif di Kalimantan Selatan.

Marhusin dari UPZ Bakti Bersama Hasnur Group mengungkapkan kesiapannya dalam mencapai target kolektif tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa ikut andil dalam penyusunan RKAT UPZ ini, dan mudah-mudahan ini bisa memperkuat capaian-capaian target yang disusun oleh UPZ Bakti Bersama di tahun 2026,” ujarnya.
Marhusin menambahkan pula. “Di tahun 2026 ini, kami ada kenaikan target sebesar Rp 15,5 Miliar, yang bisa dibilang kontribusi UPZ Bakti Bersama adalah setengah dari total target UPZ se-Kalsel yaitu Rp 30,7 Miliar,” jelasnya, sembari berharap BAZNAS Kalsel dapat memaksimalkan pendampingan untuk mencapai target tersebut.
Senada dengan Marhusin, Fahrudin dari UPZ Rumah Amal Ukhuwah berharap terlaksananya RKAT ini dapat mengoptimalkan potensi di masing-masing UPZ sehingga lebih banyak membantu mustahik di Banua.
Rakor dan penyusunan RKAT ini menegaskan komitmen BAZNAS Kalsel dan seluruh UPZ untuk bekerja secara sinergis dan terukur, menjadikan zakat sebagai instrumen efektif dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat.(ars)