TERPAKSA BERHUTANG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP, BAZNAS KALSEL BANTU ANDRI LUNASI HUTANG

Selama 2 tahun terakhir Andri terus berusaha mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia merupakan salah satu pegawai yang terdampak pengurangan pegawai di tempat ia bekerja dulu akibat pandemi beberapa tahun lalu yang sempat membuat perekonomian perusahaan goyang.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia terpaksa berhutang kepada tetangganya sembari menunggu panggilan kerja yang ia lamar. Tidak kunjung mendapatkan panggilan, Andri harus melangkah lebih jauh lagi untuk mendapatkan pekerjaan. Ia terpaksa meninggalkan kampung halamannya di Sungai Sipai, Martapura pergi ke Surabaya untuk mengadu nasib. Kepergiannya ke seberang pulau ternyata tidak seperti yang ia harapkan dan akhirnya dia kembali ke kampung halaman

Melihat kondisi Andri yang cukup kesulitan, Selasa, (23/05/2023), BAZNAS Kalsel sambangi rumah Andri. Kedatangan Tim BAZNAS Kalsel untuk membantunya dalam melunasi hutang kepada tetangga, dengan bantuan ini setidaknya bisa meringankan beban Andri agar ia bisa sedikit lebih tenang ketika sedang berada di perantauan.

Andri “alhamdulillah sangat berterima kasih sekali BAZNAS Kalsel membantu pelunasan hutang saya, tentu saya berhutang tanpa alasan. Setelah di PHK saya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari jadi saya terpaksa berhutang, semoga kedepannya saya mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup.” ujarnya.

Hakim Tim BAZNAS Kalsel menjelaskan “tidak sedikit masyarakat Kalimantan Selatan yang bernasib seperti pak Andri, dimana ia harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari kondisinya pun ia juga berhak menerima dana zakat karena ia masuk dari salah satu 8 asnaf yaitu gharimin atau orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semoga bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat dan mengurangi beban Andri.” ungkapnya.