Ustadz Ilham Humaidi Serukan Jaga Urusan Sedekah dan Zakat

Oleh Muhammad Adi Riswan Al Mubarak*

Banjarmasin(15/02/2024) –  “Diberitahukan kepada masyarakat agar benar-benar menjaga tentang urusan sedekah dan zakat, karena salah satu penyebab terjadinya malapetaka baik di daratan maupun lautan adalah tidak mengeluarkan zakat” seruan Ustadz H. Ilham Humaidi ketika kami diterimanya berkunjung di kediaman yang juga sekaligus majelis As Shofa tempatnya mengajarkan ilmu dan juga kegiatan keagamaan lainnya di Jalan Setia Pemurus Dalam Banjarmasin. 

Ia ulama keempat yang kami kunjungi dalam rangkaian silaturahmi BAZNAS Kalsel dengan ulama di Kalimantan Selatan. Alhamdulillah Allah beri kelancaran dalam mengatur jadwal dan pertemuan dengan beberapa ulama-ulama tersebut. Sesuai dengan tujuan silaturahmi BAZNAS Kalsel yaitu meminta petuah dan doa maka kami mendapatkan petuah-petuah berbeda dari satu ulama dengan ulama lainnya.

Dapat dirasakan bahwa petuah yang disampaikan ulama-ulama di atas merupakan buah dari kebersihan hati mereka dalam mempelajari ilmu dan ketakwaan sehingga mudah dimengerti dan terasa sejuk diterima. 

Tertarik menyoroti apa yang disampaikan Ustadz Ilham di atas bahwa boleh jadi apa yang terjadi berupa bahaya, musibah, malapetaka di masyarakat merupakan efek dari ketidaktaatan para agniya dalam mengelola keuangannya sesuai dengan ketentuan syariah yaitu kewajiban mereka dalam mengeluarkan zakat. Kita dapat melihat keterkaitan pandangan dua ulama ini yaitu apa yang disampaikan Ustadz Ilham dengan apa yang disampaikan oleh Guru Busu dalam silaturahmi BAZNAS Kalsel sebelumnya. Malapetaka terjadi karena keengganan orang-orang kaya untuk mengeluarkan zakat dan juga apabila penduduk bumi beriman dan bertakwa maka akan terbukalah rahmat Allah bagi penduduk bumi tersebut, baik yang diturunkan oleh Allah dari langit maupun yang dikeluarkan dari perut bumi. Salah satu dari indikator bertakwa yaitu mengeluarkan zakat. Selain merupakan tanda sebuah keislaman. Zakat sebagai ubudiyahnya makhluk mengandung dimensi vertikal sebagai sebuah ketaatan tetapi juga mencakup hubungan manusia dengan manusia lainnya atau dimensi horizontal.

Ustadz Ilham juga menyoroti orang yang mengeluarkan zakat tidak sesuai tuntutan syariah, yaitu berzakat hanya untuk kepentingan pribadi, pangkat, berharap pujian orang lain atau untuk meraih jabatan tertentu. Menggunakan zakat hanya untuk mendongkrak kepopuleran dirinya di mata masyarakat. “Kalau zakat dikeluarkan sesuai dengan tuntutan syariat niscaya akan mengurangi angka kemiskinan” ujarnya. Ia juga menambahkan kalau zakat diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan maka bisa sebagai modal usaha bagi orang tersebut.  

Ustadz Ilham Humaidi juga berharap amilin amilat diberikan kesehatan dalam menjalankan pengelolaan zakat. Ia juga menyampaikan bahwa amil merupakan tugas mulia yaitu sebagai pengelola rukun Islam. 

Diakhir silaturahmi kami didoakan Ustadz Ilham dan diberi kenangan beberapa buah buku karyanya. Setiap kami mendapatkan empat buah buku yang berbicara tentang keseharian dan penghambaan diri sebagai seorang muslim. Buku-buku karya Ustadz Ilham menggunakan bahasa Indonesia yang sangat mudah dipahami dan menjadi pedoman dalam beribadah sehari-hari. Kita jadi teringat ulama masa lampau yang produktif menulis dan menjadikan tulisannya sebagai karya yang bisa dikenang dan menjadi amal jariyah bagi dirinya. Karya-karya itu merupakan upaya mereka untuk menyebarkan pengetahuan, membangun pemikiran, dan memperkuat nilai-nilai agama dan moral dalam masyarakat Islam.  Semoga bermanfaat. Sekian

*Kepala Bagian Promosi dan Komunikasi Publik BAZNAS Kalsel

Leave a reply