BANJARMASIN – Suasana Pasar Wadai Kota Banjarmasin semakin semarak dengan hadirnya tenant khusus yang diperuntukkan bagi UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel). Program ini menjadi langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS Kalsel, termasuk bagi Slamet Riyadi, seorang guru sekaligus wirausahawan muda yang kini dapat lebih leluasa memasarkan produknya.
Slamet Riyadi mengungkapkan perjalanan bisnisnya sebagai penerima manfaat program binaan BAZNAS Kalsel. “Saya adalah alumni program Youngpreneur Class BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022, dan Alhamdulillah berhasil meraih peringkat satu. Beberapa bulan setelah itu, saya meluncurkan produk Kopi Motor Impian. Sejak saat itu, saya aktif mengikuti berbagai kegiatan, termasuk di Pasar Wadai pada tahun 2023, 2024, dan kini di 2025,” ungkapnya. Menurutnya, keterlibatan dalam program binaan ini sangat membantu dalam promosi serta meningkatkan penjualan produknya. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak UMKM kecil yang mendapatkan kesempatan serupa.

Kepala Bidang Pendayagunaan BAZNAS Kalsel, Saptian Hadi, menjelaskan bahwa penyediaan tenant bagi UMKM binaan ini memiliki dua tujuan utama. “Pertama, meningkatkan penjualan produk mustahik. Kedua, membangun kesadaran masyarakat terhadap peran BAZNAS Kalsel sebagai badan pengelola dana ZIS dalam pemberdayaan UMKM,” katanya. Program ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pendampingan dalam aspek penjualan dan pembinaan spiritual.
Lebih lanjut, Saptian menjelaskan bahwa UMKM binaan BAZNAS Kalsel umumnya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang sering kali tidak memiliki akses untuk menyewa stand di Pasar Ramadan. “Stand gratis biasanya diberikan kepada UMKM binaan pemerintah kota atau provinsi, sementara stand berbayar menjadi kendala bagi UMKM kecil. Oleh karena itu, BAZNAS Kalsel mengambil langkah dengan menyewa stand sendiri, kemudian memfasilitasi relawan untuk menjaga stand tersebut sehingga mustahik tidak terbebani dengan kewajiban berjaga setiap hari,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM binaan BAZNAS dapat berkembang lebih pesat dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar. Langkah ini tidak hanya mendukung peningkatan ekonomi para pelaku usaha kecil, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan berbasis zakat yang berkelanjutan. mg_az