Banjarmasin, 9 Oktober 2024 – Hari kedua seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Kalsel telah berlangsung, dan bagi Miftahul Jannah, mahasiswi dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, momen ini adalah tantangan besar. Berada di antara 30 mahasiswa yang bersaing memperebutkan beasiswa, Miftahul mengaku merasa gugup sejak pagi. Wawancara adalah salah satu tahapan yang paling ia takuti.
“Saya sangat deg-degan, apalagi saat mau masuk ke ruangan wawancara,” ungkapnya sembari tersenyum kaku. “Saya takut tidak bisa memenuhi ekspektasi para juri.” Namun, meskipun rasa cemas begitu menyelimuti, Miftahul mencoba tetap tenang dan fokus untuk memberikan yang terbaik. “Yang terpenting adalah berusaha sebaik mungkin. Saya sudah mempersiapkan diri, jadi tinggal menjalani dengan tenang,” tambahnya.

Saat sesi wawancara berlangsung, Miftahul perlahan menemukan kepercayaan diri. Dia merasa senang bisa menjawab setiap pertanyaan dengan baik, meski awalnya sempat ragu. “Alhamdulillah, setelah masuk dan mulai menjawab pertanyaan, saya merasa lebih lega. Juri-jurinya juga ramah, jadi akhirnya saya bisa menyelesaikan wawancara dengan perasaan lebih baik,” jelasnya dengan senyum lega.
Miftahul juga mengungkapkan harapannya untuk bisa lulus ke tahap berikutnya dan mendapatkan beasiswa yang diimpikannya. “Beasiswa ini sangat berarti bagi saya. Selain membantu dalam pembiayaan kuliah, ini juga menjadi bukti bahwa usaha keras saya selama ini tidak sia-sia,” ujarnya penuh harap.
Seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Kalsel ini memang menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa seperti Miftahul, yang berharap dapat meraih masa depan lebih cerah melalui pendidikan. Meski rasa cemas sempat menyelimuti, ia kini lebih optimis dan siap menghadapi apa pun hasilnya.
“Yang terpenting adalah saya sudah berusaha sebaik mungkin, dan semoga hasilnya sesuai dengan harapan,” tutupnya. (eho)