Martapura, 06 Maret 2025 – Banjir yang melanda Desa Sungai Rangas Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, akibat curah hujan tinggi dan luapan Sungai Martapura, telah menyebabkan ratusan rumah terendam dan aktivitas ekonomi warga terganggu. Namun, di tengah kesulitan ini, secercah harapan mulai tumbuh dengan datangnya bantuan dari berbagai pihak.
Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) bersama BAZNAS Kabupaten Banjar melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) berkolaborasi dengan UPZ Bakti Bersama Hasnur Group Yayasan Hasnur Center menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir. Kolaborasi solid ini berhasil meringankan beban masyarakat yang masih harus berjuang menghadapi genangan air.

Kepala Desa Sungai Rangas Ulu, Zainal Aqli (50), dengan suara penuh haru menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, banjir di beberapa titik sudah mulai surut, tetapi ada yang masih tergenang hingga lutut orang dewasa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas donasi Bapak Ibu sekalian,” ujarnya.
Sementara itu, Noor Hayani, Pengawas UPZ Bakti Bersama, yang turut serta dalam penyaluran bantuan, menceritakan bagaimana timnya bergerak cepat menuju lokasi bencana. “Sebelum berangkat, kami melakukan briefing bersama pimpinan BAZNAS Kalsel dan berdoa bersama. Sekitar pukul 11 siang, kami tiba di Sungai Rangas Ulu dan disambut hangat oleh warga. Saya juga masuk ke salah satu rumah warga yang airnya masih tergenang hingga lutut saya,” tuturnya.

Noor Huda Fikri, Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Kalsel, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari survei yang telah dilakukan sebelumnya. “Kami bersama BAZNAS Kabupaten Banjar dan UPZ Bakti Bersama bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.
Huda berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga, khususnya yang masih terdampak banjir. “Kami berdoa bersama semoga banjir di seluruh Kalsel segera surut dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa sembako, tetapi juga simbol kebersamaan dan solidaritas yang terus menyala di tengah masyarakat. Dalam situasi penuh tantangan ini, kepedulian berbagai pihak menjadi sumber kekuatan bagi warga yang terdampak bencana. (ars)