Tanah Bumbu, 09 Mei 2025 – Upaya pengentasan stunting di Kalimantan Selatan kembali diperkuat lewat kolaborasi strategis antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) dan PT. Jhonlin Group. Melalui inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, keduanya mengawali pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar balita dan ibu hamil di wilayah sekitar kantor operasional Jhonlin Group.
Program ini dimulai di tiga wilayah, yaitu Desa Gunung Antasari, Desa Sungai Dua, dan Kelurahan Tungkaran Pangeran di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Beberapa desa tersebut tercatat memiliki kasus stunting cukup tinggi. Berdasarkan data dari kader PKK desa, sedikitnya 43 balita dan 20 ibu hamil menjadi penerima manfaat tahap awal program ini.

Mereka menerima paket PMT berisi bahan pangan segar dan bergizi seperti jagung, telur, tempe, tahu, bayam, terong dan tambahan vitamin lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan langsung oleh keluarga penerima untuk meningkatkan asupan gizi harian secara berkelanjutan.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Program ini bukan hanya tentang distribusi pangan, tapi tentang menanam harapan baru bagi tumbuh kembang anak-anak kita. BAZNAS Kalsel selalu terbuka untuk kolaborasi yang berdampak langsung dan terukur bagi masyarakat,” ujar Noor Huda Fikri Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Fadly Supian, perwakilan CSR PT. Jhonlin Group, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami percaya bahwa membangun bangsa dimulai dari keluarga yang sehat. Program ini adalah langkah awal kami untuk memastikan anak-anak dan ibu hamil di sekitar kami mendapat perhatian dan asupan gizi yang layak. Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kalsel atas dukungan penuh dan semangat kolaboratifnya,” tutur Fadly.
Fadly juga menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan, baik dari segi jangkauan wilayah maupun intervensi lanjutan, seperti edukasi gizi dan pendampingan keluarga secara berkala.
“Ini baru permulaan. Harapannya program ini bisa menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan banyak pihak, agar upaya pencegahan stunting tidak berhenti di distribusi, tapi terus bergerak hingga menciptakan perubahan yang nyata.”
BAZNAS Kalsel mengapresiasi peran aktif dunia usaha seperti Jhonlin Group yang tidak hanya melihat CSR sebagai kewajiban, tetapi sebagai ruang kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat.