Banjarmasin — Komitmen dalam mengawal keberhasilan pendidikan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) terus diperkuat oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan melalui kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada Kamis, 09 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di General Building Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan turut melibatkan mahasiswa dari ULM serta Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).
Monitoring ini menjadi ruang evaluasi sekaligus silaturahmi antara pendamping dan mahasiswa penerima beasiswa. Dalam suasana yang hangat dan terbuka, para peserta berbagi perkembangan perkuliahan, kendala yang dihadapi, hingga strategi dalam menyelesaikan tugas akhir.
Hadir dalam kegiatan ini mahasiswa ULM, yakni Miftahul Jannah, Raudhatul Jannah, dan Nor Hikmah, serta mahasiswa Poliban, Lisawati dan Karina Nasya Adelia. Secara umum, seluruh peserta saat ini tengah berada pada fase krusial penyelesaian skripsi.

Beberapa capaian progres pun disampaikan. Ica dan Adel tengah fokus menyusun Bab 4 dengan target penyelesaian pada April. Raudhatul Jannah telah menyiapkan berkas yudisium sekaligus menuntaskan artikel jurnal. Miftahul Jannah sedang dalam tahap persiapan sidang dan berencana mendaftar dalam waktu dekat. Sementara itu, Nor Hikmah telah mendaftarkan seminar hasil dan kini menunggu jadwal pelaksanaan.
Tak hanya memantau perkembangan akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan saling menguatkan antar mahasiswa. Diskusi yang terbangun turut mengangkat berbagai hal teknis seputar penelitian skripsi, sehingga diharapkan dapat membantu mahasiswa menghadapi tahap akhir perkuliahan dengan lebih siap dan terarah.
Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel, H. Muslim, menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya pendampingan berkelanjutan bagi para penerima beasiswa.
“Monitoring ini menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam mendampingi para penerima beasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga secara moral dan motivasi. Kami ingin memastikan mereka tetap fokus, optimis, dan mampu menyelesaikan studi tepat waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan, fase akhir perkuliahan menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa, sehingga diperlukan dukungan yang berkesinambungan.
“Di tahap penyelesaian skripsi, mahasiswa seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Melalui pertemuan ini, kami berharap mereka bisa saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan menemukan solusi bersama. InsyaAllah, dengan ikhtiar dan doa, semua proses ini akan dimudahkan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kalsel berharap seluruh mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan melangkah ke tahap berikutnya dengan bekal ilmu serta pengalaman yang matang. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam monitoring ini diharapkan menjadi energi positif dalam menuntaskan perjalanan akademik hingga akhir.