Kita dikejutkan oleh gempa di belahan dunia lain, tepatnya di Maroko dengan magnitudo 6,8 pada Jum’at, 8 September lalu pukul 23.00. Wilayah yang terdampak diantaranya Provinsi Al-Houz, Marrakech, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua dan Taroudant. Sabtu (9/9/2023), Kementerian Dalam Negeri Maroko menyampaikan gempa bumi ini telah menewaskan sedikitnya 1.037 orang. Sebanyak 1.204 orang lainnya terluka dan sebanyak 721 luka-luka.
Melalui rilisnya BAZNAS RI akan menurunkan tim kemanusian ke Maroko “Kami sangat prihatin atas gempa yang melanda Maroko, yang memakan korban jiwa cukup banyak serta kerugian materi yang besar. BAZNAS juga telah melakukan koordinasi dengan Duta Besar RI di Rabat untuk menerjunkan tim kemanusiaan dan bantuan,” ujar Ketua BAZNAS RI Prof Dr KH Noor Achmad MA, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (10/9/2023).
Merespon kebencanaan ini BAZNAS Kalsel juga turut berpartisipasi dalam membantu korban kebencanaan ini dengan menggalang dana kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya himpunan mahasiswa di Kalimantan Selatan, memaksimalkan website BAZNAS Kalsel dan juga platform lainnya seperti kitabisa.com.
Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalsel H. Saddam Nurhidayat menyampaikan bahwa BAZNAS Kalsel sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk penggalangan dana tersebut.
“Walau belum ada arahan dari BAZNAS RI untuk penggalangan dana di BAZNAS-BAZNAS daerah tapi kami BAZNAS Kalsel inisiatif memulai penggalangan dana tersebut. Hasil penggalangan ini akan kami sampaikan ke BAZNAS RI agar penyalurannya terarah dan terkoordinir dengan baik” ujarnya.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalsel H. Syarbani Haira menghimbau agar masyarakat Kalsel turut prihatin kepada saudara kita di Maroko. “Sebagaimana fungsi kita (BAZNAS, red) kita selalu memberikan perhatian kepada musibah yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri. Penggalangan dana ini bukan hanya karena kita sesama muslim tetapi juga atas dasar kemanusiaan” ujra Kyai Syarbani.
@Bagian Promosi dan Komunikasi Publik