Gelar FGD Harmonisasi Lumbung Pangan Berbasis ZIS, BAZNAS Optimis Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan

Barito Kuala – (23/01/2024). Program Lumbung Pangan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan di Barito Kuala kembali dimulai. Lumbung pangan yang berawal dari 33 hektar mendapatkan sambutan dan dukungan dari BAZNAS Republik Indonesia menjadi 100 hektar di desa Anjir Pasar Kota.

Program ini dimulai dari FGD yang dihadiri stakeholder bidang terkait seperti perwakilan kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, Dinas Koperasi Pendistribusian dan Perdagangan, camat, Kepala Desa, penyuluh pertanian dan juga petani perwakilan kelompok. FGD yang bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang pengelolaan lahan pertanian yang menjadi lumbung pangan di bawah binaan BAZNAS, BAZNAS Prov Kalsel dan juga BAZNAS Kabupaten Batola ini bertema Harmonisasi Program Lumbung Pangan padi Berbasis ZIS Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan Petani.

Pembukaan FDG dihadiri oleh Saidah Sakwan pimpinan BAZNAS RI Bagian Pendistribusian. Saidah Sakwan menyampaikan bahwa salah satu tujuan zakat adalah untuk pengentasan kemiskinan. “Sebagai upaya akselerasi percepatan dari status kemiskinan kepada kehidupan yang lebih baik, move mustahik to muzaki”, ujarnya. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa BAZNAS hadir menjadi pendamping para petani dan mengininkan petani jadi berdaya. Pola pendampingan BAZNAS adalah memperkuat infrastruktur dan capacity building, dan membuka jaringan untuk pemasaran.

“Ini proyek kemanusiaan dan bagaimana memanusiakan manusia. Bagaimana petani ini bisa berdaya. Kami juga berharap satu kelompok dari satu keluarga peserta kelompok ini minimal punya 1 sarjana, sehingga nantinya ia bisa memberdayakan keluarganya.” harapnya.

FGD ini dibuka oleh Pj Bupati Barito Kuala Mujiyat. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Fahriana Asisten Sekda Bagian Pemerintahan dan Kesra. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta FGD dan berharap bahwa program ini bisa membantu petani mustahik agar terhindar dari riba karena para petani mustahik tidak perlu menggantinya dengan beban bunga. “Sebab selama ini kebanyakan para petani ketika mulai memasuki masa tanam, mereka meminjam uang ke rentenir atau bank yang terkadang malah menjerat mereka. Dengan adanya program ini diharapkan bisa mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan para petani serta dapat mendorong pemerintah daerah dan BAZNAS agar semakin optimal dalam memberikan pelayanan terbaik peningkatan kesejahteraan petani mustahik” terangnya.

FGD diisi oleh materi dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala Murniani dan Plt. Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budi Sulistio.

Eka Budi Sulistio menyampaikan bahwa tujuan program ini akan meningkatkan kesejahteraan petani mustahik, terbentuknya sentra-sentra produksi pertanian, berkembangnya kelembagaan dan kader lokal serta  terbangunnya  jaringan pemasaran produk hasil pertanian dan turunannya. (adr)

Leave a Reply