Banjarmasin, 24 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui kegiatan Monitoring, Pelatihan, dan Pendampingan Kelompok Program Pemberdayaan Ekonomi UMKM Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Barito Kuala dengan melibatkan 17 pelaku UMKM binaan BAZNAS Kalsel.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Kalsel untuk memastikan setiap bantuan modal usaha yang diberikan mampu berkembang secara optimal. Selain melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha, kegiatan juga diisi dengan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, setiap peserta memaparkan perkembangan usahanya, mulai dari peningkatan penjualan, inovasi produk, hingga berbagai kendala yang masih dihadapi dalam menjalankan usaha. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Materi pelatihan difokuskan pada strategi memperluas pangsa pasar, peningkatan kualitas produk, pentingnya menjaga konsistensi rasa, bentuk, dan berat bersih (netto) produk, serta teknik pembukuan usaha sederhana. Para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan agar arus kas usaha dapat dikelola dengan baik sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis.

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muslim, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan modal, tetapi juga harus disertai pendampingan yang berkelanjutan.
“Program ini kami laksanakan untuk memastikan usaha para mustahik terus berkembang. Monitoring dan pendampingan menjadi bagian penting agar mereka tidak berjalan sendiri setelah menerima bantuan. Kami ingin para pelaku UMKM binaan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta memiliki pengelolaan usaha yang semakin baik sehingga dapat mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari bertambahnya omzet usaha, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan mustahik dalam mengelola usahanya secara profesional.
“Harapan kami, para penerima manfaat tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga terus berkembang hingga suatu saat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki. Itulah tujuan besar dari program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS,” tambahnya.

Mira Wati, Salah seorang pelaku UMKM binaan turut menyampaikan rasa syukur atas pendampingan yang diterimanya selama mengikuti program.
“Dulu saya menjalankan usaha hanya berdasarkan pengalaman. Setelah menjadi UMKM binaan BAZNAS Kalsel, saya mendapatkan banyak ilmu, mulai dari pengemasan produk, menjaga kualitas, hingga cara mengelola keuangan usaha. Pendampingan yang diberikan sangat membantu kami untuk terus berkembang. Alhamdulillah, usaha saya kini lebih tertata dan semakin dipercaya pelanggan. Semoga semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui BAZNAS, karena manfaatnya benar-benar kami rasakan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan monitoring, pelatihan, dan pendampingan ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan berharap para pelaku UMKM binaan mampu meningkatkan daya saing usahanya, memperluas pasar, serta menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikelola secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di Kalimantan Selatan.
Penulis: Risky Arshaq & Margo
Dokumentasi: Margo
Editor: Muhammad Adi Ram