Banjarmasin, 14 September 2026 – Gelombang kekhawatiran menyusul insiden kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 langsung direspons cepat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan. Tanpa menunggu waktu lama, instruksi siaga langsung diterjemahkan ke lapangan oleh BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kalsel yang mendatangi Posko Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Langkah cepat turun ke lapangan ini bukan tanpa alasan. Tim BAZNAS Kalsel sengaja datang untuk membangun koordinasi intensif bersama jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Pertemuan tersebut difokuskan untuk memantau situasi mutakhir, mendengarkan laporan langsung proses evakuasi di lapangan, sekaligus memetakan jenis bantuan apa saja yang paling mendesak dibutuhkan oleh para korban maupun pihak keluarga yang terdampak.

Bagi BAZNAS Kalsel, kecepatan informasi adalah kunci utama agar bantuan yang disalurkan nantinya benar-benar tepat sasaran dan meringankan beban mereka yang sedang diuji kesusahan.
Kepala Bidang Penyaluran BAZNAS Kalsel, Noor Huda Fikri, menegaskan bahwa sinergi lintas instansi ini merupakan wujud komitmen lembaganya untuk selalu hadir di garda terdepan setiap kali musibah melanda Banua.

“Koordinasi dengan Basarnas ini adalah langkah awal yang sangat krusial bagi kami. Tujuannya jelas, agar kami bisa mengetahui kondisi riil di lapangan secara akurat dan memetakan kebutuhan mendesak bagi korban maupun pihak terdampak. Melalui langkah taktis ini, BAZNAS Kalsel bersama tim BTB senantiasa siaga penuh untuk memberikan uluran tangan dan dukungan kemanusiaan semaksimal mungkin,” ungkap Noor Huda Fikri.
Kehadiran aktif BAZNAS Kalsel di posko darurat ini kembali membuktikan bahwa lembaga pengelola zakat tidak hanya bergerak di bidang pengumpulan dana umat, tetapi juga menjadi pilar utama penyelamatan sosial dan kemanusiaan di Kalimantan Selatan saat situasi darurat terjadi.
Penulis: Risky Arshaq
Dokumentasi: Margo Agung
Editor: Adi Ram