Kabupaten Banjar, 9 September 2026 – Menghadapi dampak musim kemarau yang memicu krisis air bersih di berbagai wilayah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyalurkan bantuan air bersih gratis. Kali ini, aksi kemanusiaan tersebut menyasar lingkungan pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Salafiyah An-Najah yang berlokasi di Jalan Handil Mangguruh, Desa Haur Kuning, Kabupaten Banjar.
Sebelum adanya bantuan ini, para santri terpaksa mengandalkan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Namun, akibat musim kemarau berkepanjangan yang memicu berkurangnya debit air tawar dari hulu, air laut menjadi lebih mudah masuk ke aliran sungai. Kondisi ini membuat air sungai berubah menjadi asin dan tidak layak maupun tidak nyaman lagi digunakan.
Bantuan air bersih dari BAZNAS Kalsel ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan esensial para santri di lingkungan pondok, mulai dari keperluan wudhu, mandi, hingga fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Kehadiran pasokan air bersih ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan aktivitas belajar dan beribadah para santri selama musim kemarau.
Guru Pondok Pesantren Salafiyah An-Najah, Muhammad Zarkani, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan oleh BAZNAS Kalsel. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu meringankan beban pihak pondok dalam memenuhi kebutuhan harian para santri di tengah sulitnya mendapatkan air bersih.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kalsel atas bantuan air bersih ini. Selama kemarau, air sungai di sekitar pondok menjadi asin dan tidak bisa digunakan. Dengan adanya bantuan ini, kebutuhan harian para santri seperti untuk berwudhu, mandi, dan MCK kini bisa tercukupi kembali dengan layak,” ujar Muhammad Zarkani.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua II BAZNAS Kalsel Bidang Penyaluran, Drs. H. Muslim, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penyaluran air bersih ke pondok pesantren merupakan salah satu prioritas BAZNAS Kalsel guna memastikan proses belajar mengajar serta kegiatan ibadah santri tidak terganggu oleh persoalan krisis lingkungan.


“Pesantren adalah pusat pembentukan moral generasi bangsa yang aktivitasnya tidak boleh terhambat hanya karena krisis air bersih. Melalui program pendistribusian air ini, kami berupaya hadir memberikan solusi cepat bagi para santri dan masyarakat sekitar yang terdampak kemarau panjang, agar mereka tetap dapat beribadah dan beraktivitas dengan sehat,” ujar H. Muslim.
Melalui aksi sigap ini, BAZNAS Kalsel terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan kemaslahatan yang merata, memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan lembaga pendidikan di Banua tetap terlindungi di tengah berbagai tantangan perubahan lingkungan.
Penulis: Risky Arshaq
Dokumentasi: Risky Arshaq
Editor: Adi Ram

