BAZNAS Kalsel Gelar Wawancara Open Recruitment Relawan Ramadhan, Antusiasme Anak Muda Tinggi

BANJARMASIN – Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BAZNAS Kalsel) telah memasuki tahap wawancara dalam proses Open Recruitment Relawan Ramadhan. Wawancara ini menjadi tahapan krusial dalam menyeleksi relawan yang akan membantu mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selama bulan Ramadhan di BAZNAS Kalsel.

Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalsel, H. Saddam Nurhidayat, mengungkapkan bahwa tahap wawancara bertujuan untuk menilai lebih dalam kompetensi dan kesiapan calon relawan. “Kami mencari kader fundraising terbaik Banua yang mampu membantu BAZNAS Kalsel dalam melayani muzakki yang ingin membayar zakat selama Ramadhan,” ujarnya.

Sebanyak 142 peserta mendaftar dalam program ini, namun setelah seleksi berkas, hanya 55 peserta yang lolos untuk mengikuti tahap wawancara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 peserta hadir dalam sesi wawancara yang dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025.

Kepala Bidang Administrasi SDM BAZNAS Kalsel, yang diwakili oleh Staf SDM BAZNAS Kalsel Ridha Fuady, menjelaskan bahwa banyak peserta gugur di tahap seleksi berkas karena tidak memenuhi kriteria usia dan pengalaman yang telah ditetapkan. “Kami memilih peserta berdasarkan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan program Ramadhan,” jelasnya.

Dalam wawancara ini, para peserta dinilai berdasarkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mereka tentang fikih zakat dan regulasi zakat nasional. Ridha juga menambahkan bahwa banyak peserta memiliki jiwa sosial tinggi dan antusias untuk berkontribusi dalam gerakan zakat. “Kami tentu akan memilih yang terbaik dari yang baik,” tambahnya.

Salah satu peserta, Khairunnisa, mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin jurusan Manajemen Dakwah, mengungkapkan bahwa ia mengetahui informasi ini melalui Instagram BAZNAS Kalsel. “Saya tertarik mengikuti Open Recruitment Relawan Ramadhan pada posisi Relawan Konter ZIS karena ingin mencoba peluang ini setelah sebelumnya pernah mengikuti wawancara untuk beasiswa,” katanya.

Sementara itu, Halilurrahman, peserta lain yang berdomisili di Banjarmasin, tertarik pada posisi Relawan Fundraising Zakat. Dengan latar belakang sebagai relawan bencana banjir dan penggalangan dana, ia merasa terdorong untuk bergabung dengan BAZNAS Kalsel. “Saya ingin berkontribusi dalam pengelolaan zakat dan mengetahui lebih banyak tentang dunia fundraising,” ungkapnya.

Melalui tahapan wawancara ini, BAZNAS Kalsel berharap dapat menemukan relawan berkualitas yang mampu membantu kelancaran program-program selama bulan Ramadhan. “Kami optimis dapat mencapai target pengumpulan zakat yang lebih besar dengan adanya relawan yang berkompeten dan bersemangat dalam gerakan zakat,” pungkas Ridha Fuady.

Leave a Reply