BANJARMASIN – Senin, 24 Februari 2025, BAZNAS Kalsel menerima kunjungan dari Guru Muhammad Yanor, seorang tokoh muda di Kalimantan Selatan. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H serta memberikan dukungan terhadap pengelolaan zakat di BAZNAS Kalsel.
Guru Yanor disambut oleh pimpinan BAZNAS Kalsel, termasuk Ketua H. Irhamsyah Safari, Wakil Ketua III H. Ahmad Rafiie, Wakil Ketua IV H. Mawardy Hatta, serta sejumlah staf lainnya. Dalam pertemuan ini, H. Irhamsyah Safari menyampaikan bahwa kehadiran Guru Yanor memberikan semangat dan bimbingan dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat.
Guru Yanor memberikan apresiasi terhadap tugas yang dijalankan oleh BAZNAS Kalsel dalam mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Ia juga mendoakan agar seluruh tim diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanahnya.
“Ulun (saya) sangat mendukung tugas-tugas mulia bubuhan pian sabarataan (anda-anda semua) di sini. Bagi yang mengumpulkan, membagikan, ataupun yang melaporkan, semuanya yang terlibat di sini ulun sangat mendukung dan ulun mendoakan mudah-mudahan pian semua panjang umur, sehat afiat, dan diberikan berkah oleh Allah SWT karena memberikan kebaikan kepada sesama. Semoga kehidupan yang baik selalu diberikan baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Guru Yanor dengan penuh harap.

Dalam kesempatan ini, Guru Yanor juga berdiskusi mengenai prioritas penyaluran zakat dan kelompok penerima manfaatnya. Salah satu hal yang beliau sampaikan adalah kemungkinan menyalurkan zakat kepada individu yang belum berkeluarga sebagai bentuk dukungan ekonomi, merujuk pada pendapat beberapa ulama.
Guru Yanor juga memantik sebuah diskusi yang menarik perhatian. “Biasanya penyaluran zakat diutamakan ke arah mana? Ke fakir miskin?” tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.
Kemudian, beliau melanjutkan dengan sebuah pertanyaan “Pernahkah kira-kira buhan pian (anda) menyalurkan zakat spesial untuk orang jomblo? Ada salah satu pendapat ulama yang menyebutkan bahwa dalam kitab fikih, salah satu yang berhak menerima zakat itu adalah orang jomblo.”
Guru Yanor menambahkan, “Karena kita hidup di akhir zaman, salah satu tanda kiamat adalah maraknya perzinaan. Maka, zakat bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mereka yang belum menemukan pasangan hidup, namun membutuhkan dukungan ekonomi untuk menghindari perbuatan yang tidak baik.”
Pernyataan tersebut membuka diskusi hangat di kalangan para pimpinan BAZNAS Kalsel. Mereka menyadari bahwa ide ini memang perlu dipertimbangkan, mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks.
Diskusi ini membuka wawasan baru bagi BAZNAS Kalsel dalam mempertimbangkan aspek-aspek lain dalam pengelolaan zakat. Sebagai penutup, Guru Yanor memimpin doa bersama untuk kelancaran tugas BAZNAS Kalsel serta keberkahan bagi umat yang menerima manfaat zakat.
Kunjungan ini semakin memperkuat komitmen BAZNAS Kalsel dalam menjalankan amanahnya untuk menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas.